Awal Mula Istri di Makassar Dipolisikan Suami Diduga Jual 3 Anak-1 Keponakan

Awal Mula Istri di Makassar Dipolisikan Suami Diduga Jual 3 Anak-1 Keponakan

Reindhard Soplantila - detikSulsel
Kamis, 26 Mar 2026 10:11 WIB
Seorang pria bernama Anto (40) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), melaporkan istrinya, MT (38) ke polisi atas dugaan penjualan anak.
Seorang pria bernama Anto (40) di Makassar melaporkan istrinya, MT (38) ke polisi. Foto: (Reinhard Soplantila/detikSulsel)
Makassar -

Wanita berinisial MT (38) dipolisikan suaminya sendiri, Anto (40), setelah diduga menjual tiga anak kandungnya serta satu keponakan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kasus ini terungkap setelah MT mengaku telah menjual anaknya berinisial AI (5), yang merupakan hasil pernikahan dengan suami sebelumnya kepada seseorang.

"Saya dapat informasi dari istri saya ini anak yang pertama nama AI anak sambung saya diketahui sudah dijual, itu menurut dari informasi istri saya. Katanya mertua saya sudah jual anak sambung saya yang bernama AI," ujar ayah korban, Anto kepada wartawan, Kamis (26/3/2026).

Anto diketahui memiliki lima anak bersama istrinya, namun dua di antaranya merupakan anak sambung dari pernikahan MT sebelumnya. Setelah AI diduga dijual, dua anak kandung Anto dan MT, yakni AS (6) serta bayi berusia tiga bulan berinisial AZ, diduga mengalami hal serupa pada Januari 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anto mengungkapkan, seorang warga yang diduga telah membeli bayi AZ sempat mendatangi rumahnya dan terlibat cekcok. Peristiwa itu juga disaksikan ketua RT setempat, cekcok dipicu kekesalan karena bayi yang telah dipanjar sebesar Rp 1,8 juta sejak dalam kandungan belum juga diserahkan setelah dilahirkan.

"Yang kedua itu saya dapat informasi dari Pak RT saya sendiri. Katanya sewaktu masih dalam kandungan, anak saya itu sudah diambilkan panjar sebesar Rp 1,8 juta," katanya.

ADVERTISEMENT

Tak lama kemudian, MT membawa bayi AZ dan anak kandungnya yang lain berinisial AS ke rumah mertuanya. Ia sempat berpamitan kepada Anto dengan alasan kedua anak tersebut akan dirawat agar tidak sakit, namun setelah itu MT justru menghilang dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.

"Yang ketiga itu AS ini, menurut saya dia juga sudah dijual karena sudah tidak pernah datang lagi. Ada dua bulan saya tidak pernah ketemu dengan anak saya," kata Anto.

"Alasannya Dia pamit mau ke rumah mamanya (bawa AZ dan AS) dan setelah itu setelah satu minggu lebih saya desak pulang istri saya. Dia tidak mau pulang, makanya saya datang ke rumah mertua saya dan setelah saya ke sana tidak ada istri saya, anak saya semua tidak ada," tambahnya.

Kecurigaan Anto terhadap istrinya semakin kuat saat mendapat kabar bahwa bayi iparnya diambil seseorang sesaat setelah lahir. Keponakannya itu diduga dijual dengan transaksi sekitar Rp 8 juta.

"Istri saya bilang waktu melahirkan iparnya itu, bayinya juga langsung ada yang ambil dan sudah dibayar Rp 8 juta," ungkapnya.

Setelah kejadian itu, korban pun langsung melakukan upaya pencarian. Karena gagal menemukan pelaku dan anaknya, Anto akhirnya membuat laporan polisi di Polda Sulsel pada Maret 2026.

"Makanya saya melaporlah ke Bimmas, RT RW, Babinsa, perlindungan anak, untuk dimediasi, (tetapi) tidak ada titik temu dan akhirnya saya melapor ke Polda," tegas Anto.



(asm/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads