Sopir truk sampah di TPA Antang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), terpaksa menanggung derita imbas tiga alat berat rusak. Mereka harus menunggu hingga 12 jam untuk bisa membongkar muatan.
Antrean panjang truk sampah salah satunya terjadi di pertigaan Jalan Tamangapa Raya dan Jalan AMD, Kecamatan Manggala, Rabu (25/3/2026). Kondisi tersebut turut menyebabkan arus lalu lintas (lalin) di sekitar lokasi macet sepanjang 1 kilometer.
Para sopir truk sampah sudah mengantre sejak pagi hari mulai pukul 07.00 Wita. Sejumlah sopir bahkan turun dari kendaraannya yang tak bergerak, sambil menyaksikan antrean panjang yang mengular.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang sopir, Hamrin menyebut proses pembuangan sampah semestinya bisa berlangsung cepat bila didukung peralatan yang memadai. Namun, kerusakan alat serta operasional di lapangan membuat antrean menjadi panjang.
"Kalau buangnya cepat sekali, sampai sana dibongkarmi. Operatornya (yang membuat lama)," ujar Hamrin kepada detikSulsel di lokasi.
Dampak dari kondisi tersebut, para sopir terpaksa harus menunggu dalam waktu lama. Waktu tunggu bahkan bisa mencapai hingga 12 jam.
"Lama (menunggu), karena kadang-kadang dari jam 10 (pagi) sampai jam 10 malam juga," kata Hamrin.
Hamrin mengaku para sopir sering kali tidak sempat kembali ke rumah karena harus tetap berada di lokasi antrean. Akibatnya, mereka terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli makan di sekitar lokasi.
"Habis gaji, (karena) sampai malam kita di sini, tidak bisa pulang makan," keluhnya.
Antrean Dipicu 3 Alat Berat Rusak
Sopir lainnya, Aras, mengungkap bahwa antrean panjang dipicu kerusakan tiga alat berat di dalam area TPA. Kondisi ini membuat proses bongkar muatan menjadi sangat lama.
"Tiga-tiga (alat ekskavator) rusak di dalam," beber Aras.
Aras pun mengaku harus banyak bersabar dalam kondisi ini. Apalagi dirinya sudah menunggu selama kurang lebih 5 jam namun belum juga bisa menembus masuk ke dalam area TPA Antang.
"Saya dari jam 1 belum goyang," kata Aras menjelang petang.
Sopir truk lain bernama Agung juga mengeluhkan lamanya waktu tunggu untuk masuk ke area pembuangan. Sopir muda itu mengaku telah mengantre sejak pukul 10 pagi tanpa ada pergerakan berarti.
Agung menyebut alat berat di TPA rusak setelah lebaran Idulfitri. Menurutnya, kerusakan itu terjadi di saat yang tidak tepat karena volume sampah justru meningkat signifikan usai masa libur lebaran.
"Dari jam 10 pagi (mengantre), alat rusak kayaknya setelah Lebaran. Tambah banyak (sampah) karena sudahki libur Lebaran," jelas Agung.
Simak Video "Video: Situasi Arus Lalin di Jalur Puncak Bogor Ramai Lancar Malam Ini"
[Gambas:Video 20detik] (asm/asm)
