Truk Sampah Antre Berjam-jam Masuk TPA Antang Makassar, Lalin Macet 1 Km

Truk Sampah Antre Berjam-jam Masuk TPA Antang Makassar, Lalin Macet 1 Km

Elmayanti - detikSulsel
Rabu, 25 Mar 2026 17:44 WIB
Macet di sekitar TPA Antang Makassar gegera antrean truk pengangkut sampah.
Macet di sekitar TPA Antang Makassar gegera antrean truk pengangkut sampah. Foto: (Elmayanti/detikSulsel)
Makassar -

Antrean truk pengangkut sampah terjadi di kawasan TPA Antang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga berjam-jam lamanya. Akses lalu lintas (lalin) di sekitar lokasi menuju TPA pun macet hingga 1 kilometer.

Pantauan detikSulsel di lokasi, Rabu (25/3/2026), sekitar pukul 18.00 Wita, titik macet terjadi di pertigaan Jalan Tamangapa Raya dan Jalan AMD, Kecamatan Manggala. Kendaraan umum hanya bergerak perlahan sedangkan truk sampah tampak sama sekali tidak bergerak.

Truk sampah diketahui telah memenuhi bahu jalan sejak pagi hari pukul 07.00 Wita. Kemacetan pun terjadi mulai dari pintu masuk TPA Antang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa pengendara memilih putar balik. Seorang polisi dan beberapa warga juga tampak sibuk mengatur lalu lintas.

Sejumlah sopir truk sampah mengeluhkan lamanya antrean masuk ke TPA Antang. Mereka mengaku harus menunggu hingga berjam-jam untuk bisa membuang muatan.

ADVERTISEMENT

Salah seorang sopir, Aras mengatakan dirinya sudah menunggu sejak siang hari. Namun belum bisa masuk ke TPA untuk membongkar muatannya.

"Saya dari jam 1 belum goyang," ujar Aras kepada detikSulsel di lokasi.

Keluhan serupa disampaikan sopir lainnya, Agung. Dia mengaku telah mengantre sejak pagi hari.

"Dari jam 10 pagi (mengantre)," jelas Agung.

Sementara itu, sopir bernama Hamrin menuturkan proses pembuangan muatan sampah sebenarnya bisa berlangsung cepat jika didukung alat yang memadai. Namun, keterbatasan alat dan operasional di lapangan membuat antrean menjadi panjang.

"Kalau buangnya cepat sekali, sampai sana dibongkarmi. Operatornya (yang membuat lama)," ujarnya.

Hamrin mengungkapkan jumlah truk yang masuk ke TPA Antang mencapai ratusan setiap harinya dan beroperasi 24 jam tanpa henti. Akibat kondisi tersebut, para sopir kerap harus menunggu hingga berjam-jam.

"Lama (menunggu), karena kadang-kadang dari jam 10 (pagi) sampai jam 10 malam juga," kata Hamrin.

Hamrin juga mengaku para sopir sering tidak sempat pulang karena harus tetap berada di lokasi antrean. Alhasil, mereka terpaksa mengeluarkan uang untuk membeli makan di sekitar lokasi karena tidak bisa pulang.

"Habis gaji, (karena) sampai malam kita di sini, tidak bisa pulang makan," keluhnya.



(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads