Jadwal Imsak Kota Makassar dan Sekitarnya 18 Maret 2026, Ingat Waktunya!

Langkah Emas Raih Kemenangan

Jadwal Imsak Kota Makassar dan Sekitarnya 18 Maret 2026, Ingat Waktunya!

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Selasa, 17 Mar 2026 22:30 WIB
Ilustrasi waktu imsak Kota Makassar dan sekitarnya, Rabu 18 Maret 2026.
Foto: Ilustrasi waktu imsak. (Chat GPT)
Makassar -

Jadwal imsak hari ini di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) penting diketahui sebagai pengingat akhir waktu sahur. Lantas, imsak Kota Makassar dan sekitarnya hari Rabu, 18 Maret 2026 jam berapa?

Berdasarkan hasil sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama RI, ditetapkan bahwa 1 Ramadhan tahun ini jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Artinya, saat ini umat Islam sudah memasuki hari ke-28 Ramadhan.

Bagi umat Islam yang hendak berpuasa, mengetahui jadwal imsak juga merupakan bentuk kehati-hatian agar tidak terlambat menyelesaikan makan dan minum menjelang waktu shalat Subuh. Adapun jadwal imsak sendiri berbeda-beda di setiap wilayah, termasuk di Makassar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengetahui rincian waktunya, berikut jadwal imsak puasa Ramadhan 18 Maret 2026 di Kota Makassar dan sekitarnya. Simak yuk!

Jadwal Imsak Makassar dan Sekitarnya, 18 Maret 2026

Berikut jadwal imsak hari Rabu, 18 Maret 2026 atau 28 Ramadhan 1447 H di Makassar sebagaimana yang disusun Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI:

ADVERTISEMENT
  • Imsak: 04.42 Wita
  • Subuh: 04.52 Wita
  • Dhuha: 06.31 Wita
  • Dzuhur: 12.14 Wita
  • Asar: 15.20 Wita
  • Magrib: 18.17 Wita
  • Isya: 19.25 Wita

Jadwal Imsak Ramadan 2026 se-Indonesia

detikers juga bisa melihat jadwal Imsak di kota lainnya dengan memasuki laman detikHikmah di detikcom. Berikut cara mengaksesnya:

  • Klik link https://www.detik.com/hikmah/ramadan/jadwal-sholat
  • Pilih kota yang diinginkan pada menu "Cari Kota Lainnya"
  • Halaman akan menampilkan jadwal Imsak dan buka puasa di kota tersebut.
  • Jika ingin mengunduh jadwal imsak, klik tombol "Download" untuk simpan jadwal.

Jadwal Imsak ini didukung oleh Bank Syariah Indonesia (BSI).

Hadits tentang Sunnah Sahur

Sahur merupakan salah satu rangkaian penting dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Bahkan disebutkan sebelumnya bahwa umat Islam yang hendak berpuasa dianjurkan untuk makan sahur terlebih dahulu.

Dirangkum dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), berikut hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan mengenai anjuran dan keutamaan sahur:

1. Anjuran Sahur

Umat Islam yang hendak berpuasa sangat dianjurkan untuk makan sahur karena di dalamnya terdapat banyak keberkahan. Anjuran tersebut sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

Artinya: "Nabi bersabda, "Bersahurlah kalian, karena di dalam sahur ada berkah." (HR Bukhari Nomor 1789)

Salah satu keberkahan sahur yakni memberikan energi dalam mengerjakan ibadah puasa. Artinya, energi tersebut membuat seseorang tidak merasa keberatan dan dapat mengurangi rasa lelah ketika menjalankan ibadah puasa maupun ibadah lainnya.

2. Keutamaan Mengakhirkan Sahur

Salah satu kebiasaan Rasulullah SAW ketika menjalankan ibadah puasa adalah mengakhirkan sahur. Pasalnya, mengakhirkan waktu sahur dapat membuat energi seseorang yang berpuasa tetap terjaga.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari berikut:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَزَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ تَسَخَّرَا فَلَمَّا فَرَغَا مِنْ سَحُورِ هِمَا قَامَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الصَّلَاةِ فصَلَّى قُلْنَا لِأَنَسٍ كَمْ كَانَ بَيْنَ فَرَاغِهِمَا مِنْ سَحُورِ هِمَا وَدُخُولِهِمَا فِي الصَّلَاةِ قَالَ قَدْرُ مَا يَقْرَأُ الرَّجُلُ خَمْسِينَ آيَةً

Artinya: "Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi dan Zaid bin Tsabit makan sahur bersama. Setelah keduanya selesai makan sahur, beliau lalu bangkit melaksanakan salat." Kami bertanya kepada Anas, "Berapa rentang waktu antara selesainya makan sahur hingga keduanya melaksanakan sholat?" Anas bin Malik menjawab, "Kira-kira waktu seseorang membaca lima puluh ayat." (HR Bukhari, nomor 547)

3. Sahur Menjadi Pembeda dengan Ahlul Kitab

Para ahli kitab terdahulu menjalankan ibadah puasa sesuai keyakinan mereka, yakni tidak melaksanakan sahur. Maka dari itu, umat Islam dianjurkan melaksanakan sahur sebagai pembeda dengan orang-orang sebelum mereka ketika berpuasa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

Artinya: "Dari Amru bin Ash bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Perbedaan antara puasa kita dengan puasanya ahli kitab adalah makan sahur." (HR Muslim, nomor 1836)




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads