Dirum PD Parkir Makassar Diadang Remaja Perang Senjata Mainan di Jalan: Bodoh!

Dirum PD Parkir Makassar Diadang Remaja Perang Senjata Mainan di Jalan: Bodoh!

Nurul Hidayah - detikSulsel
Minggu, 08 Mar 2026 13:30 WIB
Tangkapan layar rekaman Sahruddin Said saat diadang remaja perang senjata mainan di Jalan Andi Djemma Makassar.
Tangkapan layar rekaman Sahruddin Said saat diadang remaja perang senjata mainan di Jalan Andi Djemma Makassar. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Direktur Umum Perumda Parkir (PD Parkir) Makassar Sahruddin Said geram usai diadang remaja yang melakukan perang-perangan menggunakan senjata mainan di jalanan. Sahruddin menyebut aksi itu sebagai tindakan bodoh karena mengganggu warga dan pengguna jalan.

Aksi perang senjata mainan tersebut direkam oleh Sahruddin saat melintas di Jalan Andi Djemma pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 07.30 Wita. Ia menyebut sejumlah pengendara, termasuk dirinya terpaksa putar balik dan mencari jalur alternatif lainnya.

"Rencana (saya mau) pulang ke rumah, saya kan tinggal di Andi Djemma dan pas saya mau sampai lampu merah kok tertutup dan menurutku itu fatal karena jalannya ditutup," kata Sahruddin kepada detikSulsel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sahruddin mengatakan aksi tersebut dilakukan oleh banyak remaja yang menguasai jalan untuk bermain sehingga membuat kendaraan tidak dapat melintas. Ia pun sangat menyayangkan tindakan itu dilakukan di tengah jalan sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.

"Jadi senapannya diangkat ke atas, terus semua motor parkir di tengah jalan dan itu ratusan orang. Maksud saya main boleh, tetapi kan lihat tempat juga. Kalau misalkan Anda tidak merugikan banyak orang, mungkin silakan saja, tapi kan ini merugikan banyak orang, merugikan pengguna jalan, belum lagi kalau ada yang tertembak," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Ia pun menilai aksi perang senjata mainan di jalan tersebut sebagai tindakan bodoh karena merugikan banyak orang. Menurutnya kegiatan tersebut harus segera mendapat tindak lanjut dari aparat untuk diatasi demi menjaga ketertiban Kota Makassar.

Sahruddin juga meminta masyarakat agar tidak mengutamakan ego untuk tetap bermain di tengah jalan. Ia meminta seluruh pihak termasuk pemerintah dan orang tua untuk proaktif menjaga anak mereka agar tidak melakukan tindakan berbahaya itu.

"Kalau ini orang Makassar bagus ji, tapi kalau ini orang dari luar, kan merusak. Jangan sampai orang dari tetangga-tetangga daerah yang datang hanya bermain-main di Makassar dan itu tidak punya legalitas. Kalau itu (yang bermain) juga warga Makassar, saya anggap itu orang bodoh," tuturnya.

Ia menyebut dirinya juga sempat mendapat pesan lewat Instagram usai mengunggah video tersebut. Pesan itu berisi alasan mereka bermain di jalanan. Mereka mengaku bermain di jalan setelah dilarang bermain di lapangan Center Point of Indonesia (CPI).

Meski demikian, Sahruddin menegaskan alasan tersebut tidak dapat dibenarkan. Ia meminta warga yang ingin bermain agar melakukannya di tempat yang lebih aman dan tidak mengganggu orang lain.

"Silakan bermain di area pekarangan rumah masing-masing atau sewa lapangan atau (area) yang kosong boleh, jangan main di tengah jalan," tegasnya.

"Saya juga pengen orang Makassar ini banyak pengetahuan dan olahraga, tapi tolong lagi-lagi lihat tempatnya, jangan merugikan orang. Kalau bisa kita ini lebih kreatif, itu kreatifnya jangan yang negatif tapi yang positif," tambahnya.

Sebelumnya, salah satu warga Kecamatan Tamalate bernama Agus juga resah dengan kemunculan anak-anak yang membawa senjata mainan di daerah permukimannya di Jalan Andi Tonro Makassar. Dia khawatir ulah sekelompok bocah dan remaja itu bisa memicu kericuhan di jalanan.

Agus mengaku sudah kerap mendapati sekelompok anak bermain tembak-tembakan di jalanan menggunakan senapan mainan. Perbuatan mereka tidak hanya mengganggu ketenangan namun juga membahayakan warga.

"Iya betul meresahkan itu, selama Ramadan ini begitu, tapi bahaya juga jangan sampai baku pukul. Nda pernah ji kena pengendara yang lewat, (cuma) itu ditakutkan jangan sampai baku pukul," kata Agus kepada detikSulsel, Minggu (1/3).




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads