Warga Kapasa Makassar Tumpuk Sampah di Jalanan gegara Lahan Jadi TPS Liar

Warga Kapasa Makassar Tumpuk Sampah di Jalanan gegara Lahan Jadi TPS Liar

Sahrul Alim - detikSulsel
Jumat, 06 Mar 2026 11:31 WIB
Sampah menumpuk di Lorong 8, RT/6, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Makassar pada Rabu (4/3/2026).
Foto: Sampah menumpuk di Lorong 8, RT/6, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea. (dok. istimewa)
Makassar -

Warga bernama Samuji menumpuk sampah di jalanan di Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Samuji diduga kesal lantaran lahannya dijadikan tempat pembuangan sementara (TPS) sampah liar oleh warga setempat.

Lurah Kapasa Norman Edyanto menyebut Samuji awalnya meninjau lahannya untuk dipagari di Lorong 8, RT/6, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, pada Rabu (4/3). Samuji kemudian mengangkat tumpukan sampah di lahannya ke jalanan.

"Jadi pemilik lahan ini pergi tinjau lahannya, katanya dia mau pagari, itu memang ada sampah liar di lahannya makanya dia kasih naik sampah itu di jalanan," kata Norman Edyanto kepada detikSulsel, Jumat (6/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menuturkan pihaknya menerima laporan adanya sampah yang ditumpuk di badan jalan pada malam harinya. Satgas kebersihan lalu diterjunkan ke lokasi untuk mengangkut sampah tersebut keesokan harinya atau Kamis (5/3).

"Jadi laporannya (Rabu) sore kejadian, malam saya dapat laporannya, besok paginya saya langsung bersihkan. Sampahnya diangkut sama anggota satgas kebersihan," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Dia mengungkapkan tumpukan sampah itu sempat membuat jalan lorong yang tembus ke Perumahan Nusa Tamalanrea Indah (NTI) tersebut tidak bisa dilalui mobil. Namun sepeda motor dan pejalan kaki masih dapat melewati jalur itu.

"Iya tidak bisa lewat mobil, motor dan pejalan kaki bisa lewat," katanya.

Awalnya, kata Norman, hanya satu atau dua orang yang membuang sampah di lokasi tersebut. Namun lama-kelamaan warga lain ikut membuang sampah hingga menumpuk di lahan kosong itu.

"Sampah liar, satu dua orang buang-buang sampah pertama pemicunya, lanjut ikut yang lain akhirnya jadi pembuangan sampah liar," katanya.

Norman mengaku telah memberikan pemahaman kepada pemilik lahan agar tidak lagi memindahkan sampah dari lahannya ke badan jalan. Pemilik lahan diminta melaporkan kepada pihak kelurahan atau RT/RW setempat jika terjadi penumpukan sampah di lahannya.

"Sudah juga diberi pemahaman ke pemilik lahan agar besok-besok di lahannya agar tidak lagi dikasih naik ke jalan. Lapor saja ke RT/RW atau kelurahan nanti satgas yang akan angkut," katanya.

Selain itu, pemilik lahan juga disarankan segera memagari lokasi dan memasang kamera pengawas untuk mencegah praktik pembuangan sampah liar kembali terjadi. RT/ RW setempat juga diminta mengedukasi warga agar tidak lagi membuang sampah sembarangan.

"Kita sudah beri edukasi ke Pak Haji Samuji untuk melakukan pemagaran lokasinya, nanti dia juga akan pasang CCTV," pungkasnya.



(hsr/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads