Banjir merendam Jalan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), usai diguyur hujan sejak pagi. Banjir turut merendam ruko hingga ada motor yang mogok akibat nekat menerobos jalan.
Pantauan detikSulsel di lokasi, Rabu (25/2/2026) pukul 13.00 Wita, banjir merendam kawasan depan BTN Kodam III, Kelurahan Katimbang. Banjir yang menggenangi ruas jalan terpantau sepanjang 20 meter dengan ketinggian sebetis orang dewasa.
Arus lalu lintas tampak lancar, namun pengendara mobil dan motor terpaksa memelankan laju kendaraannya saat melewati banjir. Beberapa pengendara motor juga terpaksa mendorong kendaraannya akibat mogok terkena air banjir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Banjir terjadi di Jalan Paccerakkang Makassar hingga merendam ruko. (Nurul Hidayah/detikSulsel) |
Sejumlah pengendara motor juga terlihat memilih putar balik dan mencari jalur alternatif lain. Mereka tidak berani melintas karena air yang cukup tinggi dapat mengakibatkan motor mogok.
Banjir juga menggenangi sejumlah ruko warga yang berada di sekitar jalan tersebut. Kondisi itu mengakibatkan beberapa ruko yang terdampak terpaksa tutup dan tidak dapat berdagang.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 545 warga Makassar dilaporkan mengungsi akibat banjir. Mereka dievakuasi di enam titik lokasi yang tersebar di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya.
"Jumlah titik pengungsian 6 lokasi. Total 169 KK, 545 jiwa," ungkap Kepala BPBD Makassar, Fadli Tahar dalam keterangannya, Rabu (25/2).
Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin juga sempat memantau warga terdampak banjir di Kecamatan Manggala, Selasa (24/2) pukul 22.30 Wita. Appi menyapa langsung masyarakat yang mengungsi di Masjid Jabal Nur Blok 10.
"Tinggi air di dalam rumah sekitar di bawah lutut, khususnya di RT 2. Kita berharap pelayanan terhadap saudara-saudara kita yang mengungsi bisa dimaksimalkan, terutama untuk balita dan lansia," ujar Appi.
(sar/hsr)












































