Kawasan Perumnas Antang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), terendam banjir akibat hujan sejak pagi tadi. Situasi itu mengakibatkan akses jalan di perumahan lumpuh tidak bisa dilewati kendaraan.
Pantauan detikSulsel di lokasi, Rabu (25/2/2026) pukul 12.00 Wita, akses jalan utama di Perumnas Antang Blok 10 menuju Blok 8 sudah lumpuh. Ketinggian air di jalan mulai setinggi lutut hingga dada orang dewasa atau semeter.
Tampak sejumlah motor dan mobil warga sekitar terparkir di ketinggian di sekitar lokasi. Seorang pengendara motor sempat berniat menerobos banjir namun batal hingga memutar balik kendaraannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah tidak bisa tembus ke sebelah (Blok 8), dalam sekali di dalam sampai dada," kata salah seorang warga Nurmia di lokasi, Rabu (25/2).
Foto: Seorang warga Perumnas Antang Makassar memantau kondisi banjir. (Sahrul Alim/detikSulsel) |
Sementara warga yang rumahnya sudah terendam banjir memilih mengungsi ke Masjid Jabal Nur yang ada di sekitar lokasi. Saat ini jumlah pengungsi sudah mencapai 24 kepala keluarga (KK).
"Sekarang jumlah pengungsi, yang terkini, 69 jiwa, 24 KK. Warga dari Jalan Terompet. Setiap ada banjir tempat utama di sini, di (Masjid) Jabal Nur," kata warga bernama Endang.
Dia mengaku air mulai masuk rumahnya sejak Selasa (24/2) sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu, dia sudah diimbau oleh ketua RT untuk siap siaga mengungsi.
"Kita disuruh siaga 1 untuk naik mengungsi di Jabal Nur, kita naik jam 02.00 siang kemarin. Siangnya cuma 8 KK, malamnya bertambah 36 jiwa, sekarang sudah capai 69 jiwa," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 545 warga mengungsi akibat banjir. Mereka dievakuasi di enam titik lokasi pengungsian baik masjid maupun sekolah yang tersebar di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya.
"Jumlah titik pengungsian 6 lokasi. Total 169 KK, 545 jiwa," ungkap Kepala BPBD Makassar, Fadli Tahar dalam keterangannya, Rabu (25/2).
(sar/hsr)












































