BMKG Prediksi Hilal Penentuan 1 Ramadan 1447 H Tidak Terlihat di Makassar

BMKG Prediksi Hilal Penentuan 1 Ramadan 1447 H Tidak Terlihat di Makassar

Sahrul Alim - detikSulsel
Selasa, 17 Feb 2026 16:38 WIB
Pemantauan hilal 1 Ramadan 1447 H/2026 M di Observatorium Unismuh Makassar, Selasa (17/2/2026).
Foto: Pemantauan hilal 1 Ramadan 1447 H/2026 M di Observatorium Unismuh Makassar, Selasa (17/2/2026). (Sahrul Alim/detikSulsel)
Makassar -

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memprediksi hilal penentuan 1 Ramadan 1447 Hijriah tidak terlihat di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Berdasarkan perhitungannya, bulan lebih dahulu tenggelam dibanding matahari.

Pantauan detikSulsel, pemantauan hilal 1 Ramadan 1447 H/2026 M di Kota Makassar, digelar di Observatorium Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin Kecamatan Rappocini, Selasa (17/2/2026). Acara rukyatul hilal yang digelar Kemenag Sulsel ini dibuka pukul 17.20 Wita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah lembaga yang dilibatkan tampak sudah hadir di lantai 18 gedung ini yakni Badan Hisab Rukyat (BHR) Sulsel, BMKG Makassar, MUI Sulsel, Pengadilan Agama, lembaga pemantau dari perguruan tinggi, serta unsur organisasi kemasyarakatan keagamaan. Ditemui di lokasi, Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, Jamroni mengatakan hilal diprediksi tidak terlihat di Makassar sore hari ini.

"Tidak (terlihat hilal), karena posisi secara perhitungan atau hisab, itu nilainya negatif, karena bulan lebih dahulu tenggelam dibanding matahari maka kita anggap nilai hilal negatif, maka tidak bisa teramati," ujar Jamroni kepada wartawan di lokasi.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, kata Jamroni, acara rukyatul hilal tetap akan dilakukan. Namun, hilal kemungkinan besar tidak akan terlihat.

"Kita tetap melakukan pengamatan rukyah. Rukyahnya tetap kita amati tapi kemungkinan tidak mungkin karena nilainya negatif semua," jelasnya.

Meski tak terlihat, Jamroni menyebut penentuan 1 Ramadan tetap harus menunggu Sidang Isbat yang akan digelar Kemenag RI.

"Kalau itu, kita tunggu hasil sidang isbat, kalau perhitungan (hilal) tidak (tidak terlihat). Muhammadiyah punya metode perhitungan lain tapi kita tunggu sidang isbat. Tapi secara perhitungan atau hisab tidak terpenuhi semuanya," pungkas Jamroni.



(ata/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads