Kawasan CPI Makassar Jadi Arena Balap Liar, Beraksi saat Polisi Lengah

Kawasan CPI Makassar Jadi Arena Balap Liar, Beraksi saat Polisi Lengah

Sahrul Alim - detikSulsel
Senin, 16 Feb 2026 15:05 WIB
Pengendara motor menjadikan kawasan CPI Makassar sebagai arena balap liar.
Foto: Pengendara motor menjadikan kawasan CPI Makassar sebagai arena balap liar. (dok. Istimewa)
Makassar -

Viral di media sosial Kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi arena balapan liar. Pelaku balapan liar disebut memanfaatkan kelengahan polisi.

"Mungkin dia lihat pada saat polisi lengah, ada lagi (beraksi)," ujar Kasatlantas Polrestabes Makassar, AKBP Andi Husnaeni kepada detikSulsel, Senin (16/2/2026).

Husnaeni menduga, pelaku balapan liar tersebut beraksi saat personel yang patroli meninggalkan lokasi. Pasalnya, kawasan tersebut dipantau setiap malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya, mungkin subuh karena tidak pernah ketemu sama anggota. Tiap malam anggota di sana, di CPI," kata Husnaeni.

Husnaeni menyebut patroli dilakukan secara masif setiap malam hingga dini hari. Hasil patroli itu di antaranya mengamankan sejumlah knalpot brong dari pengendara yang melanggar di jalanan.

ADVERTISEMENT

"Tiap malam, tim yang sudah dibentuk mulai malam patroli, bisa dilihat knalpot brong yang kita dapat, kita amankan semua. Tiap malam kita lakukan patroli," ucapnya.

"Cuma itulah, artinya kita datang tapi mereka tidak ada. Seperti main kucing-kucingan. Jadi setiap malam ada anggota patroli mobile bahkan saya pimpin kemarin malam itu," tambah Husnaeni.

Husnaeni menyebut tim yang berpatroli yakni tim khusus antisipasi balapan liar. Personel di dalamnya terdiri dari Polrestabes Makassar dan jajaran Polsek Tamalate.

"Anggota tim antisipasi balapan liar, ada dari polsek, Polrestabes Makassar tiap malam patroli," kata Husnaeni.

Sementara itu, Kapolsek Tamalate AKP Muhammad Tamrin juga mengakui personelnya kucing-kucingan dengan pelaku balap liar di kawasan CPI tersebut. Pelaku memanfaatkan celah ketika personel harus meninggalkan CPI untuk mengamankan wilayah lain.

"Iya memang kucing-kucingan, mereka di sana juga mengintai kita, artinya di saat anggota tinggalkan CPI, karena kita juga mengamankan wilayah lain, di situlah mereka mulai beraksi," jelas Tamrin.

Pihaknya telah membentuk tim patroli untuk melakukan pengawasan di kawasan CPI menjelang Ramadan. Tim untuk antisipasi balapan liar ini dilakukan bersama Satlantas Polrestabes Makassar.

"Nah untuk memasuki Bulan Ramadan saya sudah membentuk satu unit regu untuk antisipasi balap liar karena itu menjadi fenomena saat bulan Ramadan. Ada 10 orang, termasuk saya dengan wakapolsek, personel di lapangan 8, satu di antaranya perwira," katanya.

Tamrin mengakui, patroli mobile selama ini menggunakan sistem hunting bersama unit Satlantas Polrestabes Makassar. Menurutnya, penindakan dilakukan sebelum balapan untuk antisipasi jatuhnya korban.

"Jadi ketika hunting ditemukan pelanggaran berpotensi akan balapan, misalnya, motor modifikasi, knalpot brong, bannya sudah ban kecil, kami amankan. Kalau sementara balapan diamankan nanti terjadi korban. Jadi kita mencoba antisipasi sebelum balapan kami sudah amankan," pungkas Tamrin.

Diketahui, aksi balap liar yang marak di kawasan CPI Makassar beredar lewat rekaman video yang viral di media sosial. Dalam video dilihat detikSulsel, Senin (16/2), sejumlah sepeda motor terlihat melaju kencang dan saling adu kecepatan layaknya di arena balap resmi.

Para pelaku memanfaatkan kondisi jalan CPI yang relatif lengang dari lalu lintas kendaraan. Deru knalpot brong terdengar jelas dari video, sementara pengendara lain melintas terlihat menepi sambil melambatkan kendaraannya.



(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads