6 Fakta Emak-emak Bakar-Rampok Toko Emas Rp 2 M di Makassar-Jeneponto

6 Fakta Emak-emak Bakar-Rampok Toko Emas Rp 2 M di Makassar-Jeneponto

Tim detikSulsel - detikSulsel
Senin, 16 Feb 2026 08:00 WIB
Emak-emak di Makassar diamankan warga usai mencuri lalu membakar toko emas.
Foto: Emak-emak di Makassar diamankan warga usai mencuri lalu membakar toko emas. (dok. Istimewa)
Makassar -

Emak-emak berinisial SU (41) mencuri sejumlah perhiasan senilai Rp 2 miliar dari toko emas yang dibakar di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku ternyata sempat beraksi di Kabupaten Jeneponto dengan menggasak 80 gram emas.

Pelaku ditangkap setelah beraksi di Toko Emas Logam Mulia, Jalan Somba Opu, Kecamatan Ujung Pandang, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 13.30 Wita. Pelaku yang berasal dari Kabupaten Bantaeng beraksi seorang diri.

"Pelaku dari awal dari rumahnya di Bantaeng berjalan menuju ke toko ini untuk niat jahat melakukan pencurian dengan modus melakukan pembakaran di toko emas," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana kepada wartawan, Kamis (12/2).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirangkum detikSulsel, Senin (16/2), berikut 6 fakta emak-emak membakar dan merampok toko emas Rp 2 miliar di Makassar dan Jeneponto:

1. Pelaku Pura-pura Beli Emas

Kombes Arya mengatakan pelaku awalnya berpura-pura menjadi pembeli saat datang ke toko emas tersebut. Pemilik toko yang tidak menaruh curiga melayani pelaku dengan mengumpulkan sejumlah perhiasan ke dalam wadah.

ADVERTISEMENT

"Pelaku datang karena ingin membeli emas tujuannya begitu, lalu diterima pegawai sana. Setelah itu emas terkumpul ke wadah, lalu difoto ingin dikirim ke suaminya," jelas Arya.

Saat pelaku memfoto perhiasan tersebut, pemilik toko melarang. Pelaku kemudian mengeluarkan botol plastik berisi bensin menyerupai bom molotov yang sebelumnya sudah disiapkan.

"Jadi dia sudah sudah membawa botol air mineral itu diisi dengan minyak, ketika (perhiasan emas) terkumpul dalam satu wadah, lalu dibakarlah di tempat tersebut," beber Arya.

Pelaku langsung mengambil korek api dan menyulut botol plastik itu hingga memicu kebakaran. Arya menuturkan, botol tersebut hanya dijatuhkan ke lantai dan tidak sampai dilemparkan oleh pelaku.

"Ketika api sudah muncul, orang-orang di toko emasnya panik, lalu barang (perhiasan emas) itu dibawa lari oleh pelaku," paparnya.

2. Warga Kejar-Tangkap Pelaku

Warga yang berada di sekitar lokasi mengejar dan menangkap pelaku. Sebagian warga juga membantu memadamkan api yang membakar sebagian etalase toko emas tersebut akibat ulah pelaku.

"Untungnya di situ banyak orang sehingga segera diamankan dan dilaporkan ke Polrestabes. Saat ini pelaku juga sudah ditangkap untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut," ucap Arya.

Polisi turut mengamankan sejumlah perhiasan emas yang sempat dirampok pelaku. Perhiasan yang dicuri terdiri dari berbagai ukuran di antaranya 98 gram hingga 100 gram.

"Jadi barang buktinya ini kurang lebih senilai hampir Rp 2 miliar, macam-macam gramnya itu karena dari pihak toko sudah menyampaikan kurang lebih sekitar Rp 2 miliar," terang Arya.

3. Pelaku Ngaku Terlilit Utang

Arya mengungkap motif pelaku melakukan perampokan didasari permasalahan ekonomi. Dia kembali memastikan perempuan tersebut merupakan pelaku tunggal dalam kasus ini.

"Pelaku ini ibu-ibu, seorang perempuan usianya sudah di atas 40 tahun dan beliau ini mengaku katanya karena terhimpit utang jadi melakukan percobaan pencurian," ungkap Arya.

4. Rok Pelaku Terbakar

Seorang saksi mata bernama Awal (36) sempat menyaksikan pelaku yang kabur dari toko usai memicu kebakaran dari botol plastik berisi bensin. Dia melihat rok pelaku terkena api saat melarikan diri.

"Sempat terbakar juga itu ibu, bagian roknya di belakang. Tidak ada korban lain, dia ji saja kena api. Alat-alat di dalam tidak ada ji juga terbakar, di lantai ji. Tidak dilempar (botol menyerupai bom molotov), cuma jatuh di lantai, (terus) nyala," kata Awal.

Dia mengaku sempat berupaya mengejar pelaku namun batal karena memutuskan memadamkan api lebih dulu. Beruntung, warga lainnya berhasil mengamankan pelaku.

"Itu api sumbernya ibu yang bawa, itu botol saya kurang tahu disimpan di tasnya atau dia pegang, yang jelas begitu nyala dia keluar itu ibu," tambah Awal.

5. Pelaku Nyaris Diamuk Massa

Saksi lainnya, Firman (42) menambahkan, pelaku yang ditangkap warga lalu dibawa di sebuah toko untuk menghindari amukan massa. Sekitar sejam setelah kebakaran, polisi datang mengamankan pelaku.

"(Pelaku) diamankan masuk toko biar tidak dimassa. Tapi kita sempat fokus dulu padamkan api, tapi ada yang lihat pelakunya lari, jadi dikejar," ucap Firman.

Firman turut membantu pemadaman di toko emas. Dia melihat botol dan tisu menyerupai bom molotov yang digunakan pelaku memicu kebakaran.

"Pakai botol mineral diisi bensin, ada tisu banyak terbakar, masih ada sisa-sisanya. Itu tadi awal pakai bajunya tutup itu api biar tidak membesar. Saya tendang botolnya dulu (keluar dari toko)," jelasnya.

6. Pelaku Beraksi di Jeneponto

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa pelaku sempat melakukan aksi serupa di Kabupaten Jeneponto pada Senin (9/2). Saat itu, pelaku membawa kabur emas 80 gram dari sebuah toko emas.

"Di Jeneponto itu 9 Februari kalau tidak salah, sebelumnya sempat sudah melakukan aksinya, sempat membawa 80 gram emas," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana kepada wartawan di Hotel Four Point, Minggu (15/2).

Polisi kini mendalami dugaan adanya pihak lain yang membantu tersangka saat beraksi. Termasuk aksi terbarunya dengan membakar toko emas Logam Mulia di Jalan Somba Opu, Makassar.

"Kita juga masih dalami waktu itu sama siapa, ini yang sudah kedua kali dilakukan," jelasnya.

Arya mengungkapkan, pelaku dijerat Pasal 479 ayat (2) tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan disertai keadaan pemberat. Pelaku terancam pidana penjara maksimal 12 tahun.

"Pelaku pencurian emas itu sudah jadi tersangka. Terus kita terapkan pasalnya 479 ayat 2 ancaman hukuman maksimalnya 12 tahun dan saat ini kita masih mendalami apakah ada pihak lain yang membantu tersangka dalam melakukan aksinya," katanya.

Halaman 2 dari 4


Simak Video "Melihat Peti Mati Berjejer dan Tengkorak di Dalam Goa Londa, Tana Toraja "
[Gambas:Video 20detik] (hsr/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads