Bang Jago Pamer Busur Panah di Makassar Ditangkap, Ngaku Cuma Iseng

Bang Jago Pamer Busur Panah di Makassar Ditangkap, Ngaku Cuma Iseng

Nurul Hidayah - detikSulsel
Minggu, 08 Feb 2026 20:45 WIB
Pemuda Makassar pamer busur panah di pinggang saat ditangkap polisi.
Pemuda Makassar pamer busur panah di pinggang saat ditangkap polisi. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polrestabes Makassar berhasil mengamankan pemuda berinisial AR (19) yang viral memamerkan senjata tajam busur panah. Pelaku mengaku cuma iseng saat direkam oleh rekannya.

"Sudah diamankan magrib tadi sekitar jam 18.00 Wita lewat," kata Kepala Unit (Kanit) Jatanras Polres Makassar AKP Hamka kepada detikSulsel, Minggu (8/2/2026).

Pelaku berhasil diamankan setelah aparat melakukan penyisiran di sejumlah ruas jalan di Makassar pada Minggu (8/2) sore. Aparat sebelumnya juga sempat mendatangi warung yang diduga sebagai lokasi video tersebut direkam, namun tidak menemukan keberadaan pelaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hamka mengatakan pelaku bersikap kooperatif dan tidak melakukan perlawanan saat akan diamankan. Aparat juga turut menyita sejumlah barang bukti busur (BB) panah yang dipamerkan di dalam video yang beredar.

"Seperti apa yang ada di video, (kami menyita) anak busur, gunting, juga pisau cutter. Kita cari semua BB-nya untuk menyempurnakan bukti-buktinya," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Dia membeberkan, motif pelaku bersama temannya membuat video tersebut hanya untuk konten iseng belaka. Pelaku tidak menyangka video tersebut akan diunggah di media sosial dan viral.

"(Pelaku) mengatakan hanya iseng saja sebenarnya. Cuman dia tidak sangka juga kalau diviralkan sama temannya begitu," bebernya.

Saat ini pelaku telah diamankan ke Polrestabes Makassar guna pemeriksaan lebih lanjut. Pelaku akan diperiksa lebih lanjut untuk diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

"Sementara menuju ke kantor, dibawa ke Polrestabes untuk diproses lebih lanjut. Nanti kita lihat saja seperti apa hasilnya," ujarnya.

Hamka turut mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam membuat konten yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia menilai, konten yang dibuat haruslah konten yang sehat dan tidak berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

"Imbauan kamtibmas saja, agar untuk video-video yang diviralkan itu lebih baik dicermati lagi, apakah konten-konten yang dibuat itu tidak meresahkan, menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, dari video yang dilihat pada Minggu (8/2), tampak pria tersebut tak mengenakan baju dengan banyak anak panah terselip di antara pinggang dan celananya. Video yang direkam oleh teman pelaku di sebuah warung tersebut, juga memperlihatkan pelaku yang sempat keluar ke pinggir jalan memamerkan busur tersebut.

"Jadi sudah turun anggota (kepolisian) ke sana setelah dapat informasi sekitar jam 14.00 Wita. Jadi dua-duanya itu, yang membuat (video) dan memamerkan senjata tajam jenis busur itu tidak ada di lokasi," tutur Hamka.




(asm/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads