Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin akan mengirim guru terbaik di Makassar untuk mengikuti program pendidikan di Singapura dan India pada tahun 2026. Program tersebut akan dibiayai sepenuhnya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Hal tersebut disampaikan Appi saat meresmikan Lab School di UPT SPF SD Inpres Hartaco Indah pada Sabtu (7/2/2026). Appi mengatakan, program itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru dan kepala sekolah sebagai bentuk komitmen Pemkot Makassar mendorong transformasi pendidikan yang berkelanjutan.
"Tahun 2026 ini, kita akan kirim guru-guru dan kepala sekolah terbaik ke luar negeri. Ini dibiayai Pemkot Makassar. Batch pertama sekitar 20 sampai 30 orang. Ada dua negara yang sudah memberikan tawaran, Singapura dan India," kata Appi dalam sambutannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Appi mengatakan, peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan harus sejalan dengan peningkatan mutu pendidik di sekolah. Sehingga Pemkot bersama Dinas Pendidikan Kota Makassar akan melaksanakan program tersebut secara bertahap dan terukur.
"Yang paling penting adalah kualitas guru. Infrastruktur memang penting, tapi peningkatan kualitas guru harus menjadi perhatian utama kita," tegasnya.
Ia pun turut menyoroti kualitas pendidikan di Makassar yang belum sepenuhnya mampu memberikan guru unggulan secara merata. Menurutnya, guru sebagai pendidik harus cerdik dan bisa menjadi pemecah masalah di mana pun guru tersebut ditugaskan.
Appi menegaskan, untuk mendorong program tersebut, Pemkot Makassar akan menambah anggaran pendidikan mulai tahun 2026. Hal tersebut menjadi bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan.
"Saya ingin sampaikan kepada bapak dan ibu guru, mulai tahun ini anggaran untuk pendidikan guru harus ditambah di Kota Makassar. Tidak mungkin ada pendidikan yang berkualitas kalau gurunya tidak disentuh lebih dulu. Guru itu mulai dari proses pendidikan," tuturnya.
Dia menargetkan program tersebut dapat mengurangi ketimpangan kualitas pendidikan antar sekolah akibat perbedaan kualitas guru. Ia juga optimistis program itu dapat terlaksana melalui kerja sama seluruh instansi pendidikan termasuk dukungan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulsel.
"Kita tidak mungkin bekerja sendiri, butuh kolaborasi yang kuat agar proses ini berjalan. Suatu saat orang-orang akan datang ke Makassar untuk belajar bagaimana menjadi guru terbaik," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Appi meresmikan Lab School Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan (Sulsel) di UPT SPF SD Inpres Hartaco Indah. Appi mengatakan kehadiran Lab School ini akan menjadi ruang pembelajaran percontohan untuk mendukung pengembangan kompetensi guru dan peningkatan kualitas pembelajaran.
"Kehadiran Lab School Balai Besar Guru menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran," kata Appi.
Appi mengatakan, Pemkot Makassar berkomitmen mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi, pembinaan berkelanjutan, serta kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan guru. Lab School itu diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi antara guru, tenaga kependidikan (tendik), dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya.
"Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas gurunya. Karena itu, pemerintah harus hadir memastikan para guru mendapatkan ruang untuk berkembang, merasa dihargai, dan hidup sejahtera," tuturnya.
(asm/ata)











































