Sempat Dikira Kecelakaan, Rehan Ternyata Tewas Ditikam 3 Pria di Makassar

Sempat Dikira Kecelakaan, Rehan Ternyata Tewas Ditikam 3 Pria di Makassar

Sahrul Alim - detikSulsel
Kamis, 05 Feb 2026 20:10 WIB
Sempat Dikira Kecelakaan, Rehan Ternyata Tewas Ditikam 3 Pria di Makassar
Foto: Kapolrestabes Makassar AKBP Arya Perdana. (dok. istimewa)
Makassar -

Kematian remaja bernama Muhammad Rehan Ramadhan (20) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diduga tewas kecelakaan menabrak tiang lantaran diteriaki maling akhirnya terungkap. Rehan ternyata tewas dikeroyok hingga ditikam tiga pelaku.

"Jadi ini kejadiannya sudah cukup lama, namun demikian pelaku ini sempat melarikan diri, jadi pelaku melarikan diri dan ada tiga pelaku, ini semua sudah tertangkap," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana saat konferensi pers di kantornya, Kamis (5/2/2026).

Arya mengatakan pelaku terakhir yang ditangkap bernama Renaldi Fitra Valencia Aksa. Dia ditangkap usai buron selama enam bulan di Kabupaten Timika, Papua Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan penangkapan ini, kami pastikan tidak ada lagi pelaku yang berkeliaran," ujar Arya.

Dia mengungkapkan, dua pelaku lebih dulu diamankan oleh personel Polsek Panakkukang. Dua pelaku yang dimaksud yakni Kevin Arielson alias Kevar dan Tedi Roni Pathatan.

ADVERTISEMENT

"Seluruh tersangka sudah berada dalam proses hukum," ujarnya.

Bahkan kata Arya, dua berkas tersangka sebelumnya telah dilimpahkan ke kejaksaan. Pihak kepolisian pun juga langsung menyerahkan Ungke kepada pihak kejaksaan.

"Langsung kita serahkan ke kejaksaan," ucapnya.

Kronologi Korban Dikeroyok-Ditikam

Arya menjelaskan kasus penganiayaan terjadi di Jalan Angkasa Raya, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, pada Sabtu (6/9/2025). Peristiwa tersebut awalnya diduga sebagai kecelakaan tunggal.

"Awalnya memang ada informasi yang menyebut korban mengalami kecelakaan tunggal. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan luka-luka yang mengarah pada tindak pidana kekerasan," jelas Arya.

Kata Arya, ditemukan sejumlah luka saat korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Di antaranya luka di kepala, punggung belakang, serta luka tikaman di bagian dada dan ketiak kanan.

"Dibilang orang-orang sekitar, kecelakaan lalu lintas ternyata bukan, ternyata tertusuk di bagian ketiak setelah itu diproses dan dibawa kerumah sakit dan divisum dan ternyata benar ada penganiayaan terhadap si korban lalu dicari oleh anggota resmob Polsek Panakkukang dan diburulah itu tersangkanya," ungkap Arya.

Arya menambahkan pelaku mengeroyok korban lantaran emosi. Korban diduga pelaku pencurian helm dan ayam di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) yang membuat warga resah.

"Pelaku-pelaku yang melakukan penganiayaan ini menduga (korban curi ayam) pelaku ini si korban ini sehingga ketemu langsung dilakukan penganiayaan dan meninggal dunia," pungkas Arya.




(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads