Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), angkat bicara terkait protes warga Jalan Alauddin III mengenai proyek pengerjaan jalan paving block meski kondisi jalan masih bagus. Pihak Dinas PU menegaskan pengerjaan tersebut merupakan usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
"Itu (proyek paving block) melalui musrenbang. Harus kami kerjakan," ujar Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PU Makassar M Amin kepada detikSuksel, Rabu (24/12/2025).
Amin membantah proyek itu disebut tidak mendapat dukungan dari masyarakat setempat. Menurutnya, mayoritas warga justru meminta agar jalanan tersebut ditinggikan dan hanya ada satu orang yang menyatakan keberatan hingga viral di media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terus memang masyarakat di situ mau meninggikan (jalan). Dia sendiri yang minta ditinggikan. Satu orang ji yang menolak. RT-nya dan masyarakat di situ setuju. Ada satu orang tidak tahu kenapa tidak setuju kemudian dia viralkan (di media sosial)," ungkapnya.
Terkait keluhan warga bahwa kondisi jalan lama masih bagus, Amin memberikan penjelasan teknis. Dia menyebutkan sebenarnya kondisi jalan tersebut sudah mengalami kerusakan di beberapa titik sehingga masuk dalam skala prioritas pengerjaan.
"Sebagian ji itu, sebagian sudah jelek mi. Terus itu tadi pertimbangannya dari musrenbang. Memang masyarakat minta untuk ditinggikan," jelasnya.
Sementara itu, pihak Pemerintah Kecamatan Tamalate mengaku akan melakukan penelusuran lebih lanjut di lokasi pengerjaan. Camat Tamalate Emil Yudianto Tadjuddin menyebutkan secara administratif pengerjaan tersebut memang sudah terdata dalam program pembangunan wilayah.
"Setahu kami itu masuk dalam usulan musrenbang. Kami coba cek dulu. Kan pelaksananya itu leading sector Dinas PU," tuturnya.
Emil pun telah menginstruksikan jajaran di tingkat kelurahan untuk memantau situasi di lapangan secara langsung. Hal ini dilakukan untuk memastikan pengerjaan proyek berjalan lancar dan merespons keluhan yang berkembang di masyarakat.
"Kami juga sudah perintahkan lurah (Lurah Mangasa) untuk melakukan pengecekan di situ," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, warga di Jalan Alauddin III memprotes proyek pengerjaan jalan paving block di wilayahnya. Warga menilai proyek tersebut tidak mendesak karena kondisi jalan masih bagus, namun berpotensi memicu banjir akibat posisi jalan yang menjadi lebih tinggi dari lantai rumah.
"Jangan mi (dikerja lagi) karena kan sebenarnya (jalanan) masih bagus," ujar salah seorang warga, Wahyana (33) kepada detikSulsel, Selasa (23/12).
Ani (62) warga lainnya menyampaikan penolakan proyek tersebut karena khawatir rumahnya terendam air saat hujan. Posisi jalanan yang semakin tinggi dianggap menjadi ancaman bagi permukiman warga.
"Ini sampai kita tidak setujui (pengerjaan jalan), bukan berarti kita tidak senang jalanan kita diperbaiki," sebutnya.
Ani mengungkapkan selama ini wilayah tersebut memang sudah menjadi langganan banjir. Dia mengkhawatirkan pengerjaan jalan yang dilakukan tanpa pengerukan hanya akan memperparah kondisi lingkungan.
"Ini dengan adanya pengerjaan akan lebih parah lagi," tuturnya.
(asm/sar)











































