Sejarah Dangke Khas Enrekang yang Dulunya Disajikan untuk Para Bangsawan

Sejarah Dangke Khas Enrekang yang Dulunya Disajikan untuk Para Bangsawan

Rachmat Ariadi - detikSulsel
Minggu, 02 Okt 2022 03:30 WIB
Makanan khas Enrekang, Dangke.
Dangke. (Foto: Rachmat Aradi/detikSulsel)
Jakarta -

Dangke adalah keju tradisional khas Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dangke merupakan olahan susu sapi atau kerbau, yang memiliki rasa yang gurih dan legit.

Bentuknya yang kerucut dan dibungkus dengan daun pisang membuat aromanya menarik dan menggugah selera. Dangke awalnya disajikan sebagai pengganti lauk, namun saat ini kerap dijadikan cemilan.

Kepala Bidang Pariwisata Enrekang, Zulkarnaen menjelaskan Dangke merupakan kuliner yang telah berusia ratusan tahun. Pada zaman dulu Dangke hanya disajikan untuk para bangsawan.


Zulkarnaen menjelaskan, zaman dulu sangat jarang yang memiliki kerbau atau pun sapi. Sehingga Dangke menjadi makanan spesial yang hanya disajikan untuk orang-orang berstrata tinggi.

"Dulu kerbau hanya dimiliki orang-orang tertentu. Orang yang punya strata tinggi atau berada begitu. Jadi makanan ini hanya dinikmati oleh orang yang strata tinggi itu," kata Zulkarnaen kepada detikSulsel, Jumat (23/9/2022).

Namun, penamaan Dangke sendiri diberikan pada tahun 1900-an. Pada masa itu warga Enrekang menyajikan makanan tersebut kepada kolonial Belanda. Setelah itu, orang Belanda tersebut mengucapkan terima kasih kepada warga Enrekang dalam bahasa Belanda yakni 'Danke'.

"Nah, karena orang Enrekang dulu tidak tau artinya itu apa. Makanya mereka menyebut makanan itu sebagai Dangke yang diambil dari bahasa Belanda Danke," jelas Zulkarnaen.

Seiring perkembangannya zaman, makanan Dangke dapat dikonsumsi oleh berbagai kalangan. Menurut Zulkarnaen Dangke juga sudah mendapatkan sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kemenkumham RI.

"Dangke ini sudah menjadi khas Kabupaten Enrekang, biasanya selalu menjadi oleh-oleh saat seseorang mengunjungi Enrekang, dan Dangke juga sudah memiliki sertifikat KIK dari Kemenkumham," tandasnya.

Simak selengkapnya di halaman berikut.



Simak Video "Todan, Makanan Khas Sulawesi Selatan yang Rasanya Lebih Nikmat dari Ayam"
[Gambas:Video 20detik]