7 Kuliner Makassar Paling Populer Saat Malam Hari yang Wajib Dicicipi

Rahma Amin - detikSulsel
Minggu, 20 Mar 2022 09:49 WIB
Mie Hengky, Mie Kering Kuah Kental Legendaris di Makassar
Mie Hengky, salah satu kuliner Makassar yang favorit saat malam hari. (Foto: Hermawan Mappiwali)
Makassar -

Kuliner Makassar, Sulawesi Selatan sudah melegenda dengan cita rasa yang khas dan beragam. Di antara kuliner Makassar yang khas ada yang dijajakan saat malam hari dan paling populer bagi warga Kota Daeng.

Makassar memang surganya kuliner malam haru. Ada beragam pilihan menu dari makanan berat, seperti Songkolo, Coto maupun jajanan ringan tradisional seperti Pisang Epe bisa dengan mudah anda temukan.

Soal rasa dan harga, tidak perlu ragu. Rasanya nikmat namun harganya tetap ramah di kantong. Di antara pilihan kuliner, ada bahkan yang makin malam justru makin ramai dan antre pengunjung.


Berikut 7 daftar kuliner Makassar yang populer saat malam hari dan wajib dicoba:

1. Kuliner Makassar Songkolo Bagadang Timbang Alhamdulillah

Songkolo Bagadang salah satu kuliner malam legendaris di Makassar yang wajib Anda datangi. Lokasinya di Jalan Antang Raya Pannara Nomor 19, Kecamatan Manggala. Warung ini makin malam makin ramai.

Songkolo atau juga kerap disebut sokko dalam bahasa Bugis, merupakan sajian nasi ketan hitam atau putih yang ditabur dengan parutan kelapa sangrai yang telah dicampur dengan gula aren.

Kuliner MakassarSongkolo bagadang timbang Alhamdulillah, salah satu kuliner Makassar yang sudah melegenda saat malam hari karena buka 24 jam. Foto: Rahma Amin

Sajian ini makin nikmat bila ditemani ikan teri asin, telur dan sambal kuning khas Songkolo Bagadang Timbang Alhamdulillah. Warung ini sudah berdiri puluhan tahun

"Orang di Makassar kalau mau makan songkolo pasti diarahkan kesini," kata pemilik warung, Hj Hania.

Satu porsi kecil songkolo dihargai Rp 10.000 untuk yang ukuran kecil dan Rp 12.500 untuk porsi besar.

2. Kuliner Makassar Sop Saudara Irian

Pilihan kuliner lainnya, ada Sop Saudara Irian yang buka 24 jam. Makanan khas Makassar ini juga cukup melegenda, sebab sudah berdiri selama bertahun-tahun. Lokasi kedainya di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Makassar.

Sajian Sop Saudara ini olahan sup yang berisi daging, jeroan sapi. Kuah yang nikmat pas dicampur dengan bihun dan pelengkap perkedel kentang.

Beberapa variasi isian sup sudah disiapkan. Seperti hati, babat, kikil atau paru bisa langsung pengunjung pilih sesuai selera. Seporsi Sop Saudara Irian ditambah sepiring nasi putih ini dibanderol mulai harga Rp 30.000.

3. Sari Laut H Toha

Bagi pecinta seafood yang lapar tengah malam, Sari Laut H Toha juga bisa jadi opsi. Lokasinya berada di depan ikon wisata Makassar yaitu Benteng Rotterdam atau Fort Rotterdam.

Sehingga bagi Anda yang sedang menikmati malam di kawasan Jalan Penghibur, kedai ini direkomendasikan Anda kunjungi.

Kedai ini buka hingga malam hari. Lokasinya luas dan nyaman. Menunya beragam dari kerang, kepiting dan olahan hasil laut lainnya.

4. Aroma Coto Gagak

Berkunjung ke Makassar, tak lengkap bila tidak mencicipi coto Makassar. Bila ingin mencoba menikmati coto di malam hari, Aroma Coto Gagak bisa masuk daftar kunjungan Anda.

Sesuai dengan namanya, rumah makannya berlokasi di Jalan Gagak Nomor 27. Rumah makan ini juga salah satu warung Coto legendaris di Makassar. Berdiri sejak tahun 1965.

Isian cotonya daging sapi pilihan dengan kuah rempah yang gurih nikmat. Kuah dari coto satu ini tidak begitu berlemak dengan warna sedikit bening.

Hidangan ini makin pas dinikmati dengan potongan ketupat atau buras. Satu porsi Aroma Coto Gagak dibanderol dengan harga Rp 27.000.

5. Kuliner Makassar Sarabba Sungai Cerekang

Bila suasana malam di Makassar kurang bersahabat, Anda bisa menjajal Sarabba, minuman khas Makassar. Banyak yang menyebut sarabba mirip wedang jahe atau bandrek. Namun sarabba lebih kental karena campurannya lebih komplit.

Kuliner MakassarHidangan sarabba Sungai Cerekang dengan gorengan yang favorit saat malam hari. (Foto: Rahma Amin)

Bagi yang ingin menikmati sarabba, Anda bisa ke Jalan Sungai Cerekang, Makassar. Di sepanjang pinggir jalan berjejer kedai-kedai penjual sarabba. Salah satunya Sarabba Daeng Hasna yang sudah berdiri sejak 1983.

"Ada beberapa varian. Seperti sarabba biasa, sarabba telur, dan sarabba susu," kata salah satu penjual.

Kedai-kedai ini juga menyiapkan aneka gorengan seperti ubi, bakwan, pisang goreng dan lainnya. Untuk menyeruput secangkir Sarabba, cukup dengan merogoh Rp 7.500 hingga Rp 10.000 tergantung jenis varian rasanya.

6. Pisang Epe Losari

Jika ingin menikmati makanan tradisional khas Makassar ini, Anda bisa memilih di sepanjang tepian Pantai Losari. Lokasinya tepar berada di sekitar Jalan Penghiburan, Makassar.

Ada deretan kios yang menjajakan pisang epe, dengan varian dan rasa yang berbeda-beda. Masing-masing kios menyediakan kursi-kursi plastik beserta meja-mejanya bagi pengunjung yang ingin menikmati senja atau suasana malam di pinggir pantai sambil menyantap pisang epe.

Resep Pisang Epe Khas MakassarResep Pisang Epe Khas Makassar yang banyak ditemukan di kawasan Pantai Losari. (Foto: iStock)

Untuk menikmati pisang epe, pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp 10.000 untuk rasa original. Sementara varian rasa lainnya dijual Rp 12.500 per porsi. Kios pisang epe di sepanjang Pantai Losari rata-rata buka mulai dari pukul 17.00 Wita hingga pukul 00.00 Wita

7. Kuliner Makassar Mie Hengky

Mie Hengky bisa menjadi tempat makan alternatif bila Anda kelaparan di malam hari setelah berkeliling menikmati pemandangan malam Makassar. Apalagi jika Anda memang penggemar mi kering, tempat ini wajib rasanya dikunjungi.

Berada di Jalan Nusantara, Mie Hengky cukup melegenda karena sudah berdiri sejak tahun 1980. Konon, Mie Hengky adalah warung mi kering pertama di Makassar. Dikutip dari salah satu situs, Mie Hengky awalnya didirikan Angko Cao (Ang Kho Tjao) warga keturunan Cina yang tinggal di Makassar.

Ang Kho Tjao lalu mewariskan resep mie kering untuk tiga anaknya yaitu Titi, Hengki dan Awa. Sedangkan Anto merupakan ipar dari keluarga tersebut. Saat ini yang banyak membuka cabang adalah Mie Titi dan Mie Awa.

Mie Hengky, Mie Kering Kuah Kental Legendaris di MakassarMie Hengky, kuliner Makassar dengan berupa mie kering kuah kental yang sudah legendaris. (Foto: Hermawan Mappiwali)

Sedangkan Mie Hengki tetap bertahan untuk tidak membuka cabang. Meski sudah puluhan tahun beroperasi, rasa dan sajian serta tempatnya tetap orisinal.

Buka dari pukul 6 sore hingga pukul 1 malam, tempat ini menjadi salah satu rekomendasi untuk menikmati rasa khas mi kering asli Makassar dengan tempat dan sajian yang orisinil sejak tahun 1980.



Simak Video "Sop Saudara, Menikmati Kelezatan Kuliner Khas yang Bikin Ketagihan, Makassar"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/nvl)