Siswa MAN 1 Baubau Di-bully dan Dianiaya Teman hingga Dioperasi

Sulawesi Tenggara

Siswa MAN 1 Baubau Di-bully dan Dianiaya Teman hingga Dioperasi

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Selasa, 27 Okt 2026 14:00 WIB
Unrecognizable teenager boy crying desperate for bullying with mobile lying on the floor in foreground. Selective focus on mobile in foreground
Foto: Ilustrasi bullying. (Getty Images/iStockphoto/doble-d)
Baubau -

Siswa MAN 1 Baubau berinisial MAG (16) diduga di-bully dan dianiaya oleh temannya di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra). Korban mengalami patah gigi dan harus menjalani operasi akibat ulah teman sekolahnya.

"Iya, adik saya ini dianiaya pelaku dan sekarang sudah selesai jalani operasi," kata kakak korban, Asrul kepada detikcom, Selasa (27/10/2026).

Peristiwa itu terjadi di area parkiran MAN 1 Baubau pada Sabtu (24/10) sekitar pukul 13.30 Wita. Saat itu, korban hendak pulang sekolah dan sedang berada di atas sepeda motornya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelaku tiba-tiba datang dan menggeber motor. Adik saya lalu menghampiri untuk mempertanyakan alasannya, tetapi pelaku justru turun dan langsung memukul," tuturnya.

Insiden itu mengakibatkan korban mengalami luka serius pada bagian mulut akibat pukulan tersebut. Empat gigi korban mengalami kerusakan dengan satu gigi terlepas.

ADVERTISEMENT

"Giginya empat yang patah, satu terlepas dan tiga lainnya melengket di langit-langit mulut. Kondisinya saat itu bersimbah darah," ujarnya.

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis, sedangkan pelaku melarikan diri. Pihak keluarga telah melaporkan kejadian ini ke polisi.

"Kami berharap polisi bisa segera menangkap pelaku dan memprosesnya secara hukum," imbuh Asrul.

Asrul melanjutkan, adiknya sempat mempertanyakan video beredar di media sosial sebelum penganiayaan tersebut. Video itu direkam saat korban masih duduk di kelas satu yang keterangannya dinilai mengejek korban.

"Adik saya ini mempertanyakan video yang beredar di story media sosial, karena ada gambar dirinya dengan caption yang mengejek. Video itu dibuat waktu masih kelas satu dan baru muncul beberapa hari sebelum kejadian," jelas Asrul.

Asrul menyebut orang yang mengunggah video dan orang yang diduga melakukan pemukulan merupakan pihak berbeda. Kendati begitu keduanya merupakan teman korban di sekolah.

"Kalau yang mengunggah gambar itu berbeda dengan yang melakukan penganiayaan. Tapi mereka semua satu angkatan dengan adik saya," katanya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Baubau, Iptu Rino Asnan telah dikonfirmasi terkait dugaan perundungan dan penganiayaan tersebut. Namun Rino belum merespons konfirmasi wartawan dan memberikan penjelasan.



(sar/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads