Ketua DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Tariala dipecat dari Partai NasDem gegara dianggap membangkang. Pemecatan itu tertuang dalam surat yang diantarkan langsung pengurus DPW NasDem Sultra kepada pimpinan DPRD Sultra.
"Kemarin kami datang untuk mengantarkan surat. Surat pertama tentang pencabutan KTA dan pemecatan Laode Tariala sebagai kader partai NasDem dan kedua terkait pergantian antarwaktu (PAW)," kata Wakil Ketua DPW NasDem Sultra Muttaqin Siddiq kepada detikcom, Selasa (27/10/2026).
Muttaqin mengatakan pengurus DPW NasDem sudah menemui langsung Wakil Ketua I DPRD Sultra Frebi Rifai dan Sekwan La Ode Butolo terkait hal ini. Dia meminta pimpinan DPRD Sultra memproses surat NasDem tersebut sesuai aturan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan ini kami meminta pimpinan untuk memproses surat ini dengan ketentuan dan undang-undang yang berlaku, karena ada limitasi waktu dalam prosesnya," ujarnya.
Muttaqin menyebut, DPRD memiliki waktu tujuh hari untuk meneruskan proses tersebut ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal ini untuk memproses pemberhentian dan pergantian La Ode Tariala dari kursi Ketua DPRD Sultra.
"Di DPRD itu ada waktu tujuh hari untuk diserahkan ke KPU. Di KPU juga harus serius, karena ada aturan limitasi waktu lima hari untuk mengeluarkan surat pergantian perolehan suara," jelasnya.
Muttaqin menyebut La Ode Tariala dipecat karena melanggar aturan partai. La Ode Tariala dianggap tidak segera menindaklanjuti surat Partai NasDem yang memintanya agar meninggalkan kursi Ketua DPRD Sultra.
"NasDem adalah partai yang harus patuh pada hierarki. Ada pembangkangan yang dilakukan oleh La Ode Tariala pada surat NasDem beberapa waktu lalu (surat pergantian La Ode Tariala)," ungkapnya.
Diketahui, usulan pergantian La Ode Tariala sudah bergulir sejak akhir 2025 lalu. Kala itu berembus isu La Ode Tariala diusul dicopot karena kedekatannya dengan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka.
"Kita jaga mesin partai di parlemen. Kalau dekat boleh, tapi jangan terlalu dekat-dekat. Itu hanya bunga-bunga dalam perjalanan beliau dan kita memahami itu," kata Sekretaris DPW NasDem Sultra Muh. Tahir Lakimi kepada detikcom, Sabtu (29/11/2025).
Tahir turut mengungkap ada aspirasi internal yang menyoroti lemahnya konsolidasi di DPRD, dan hal itu menjadi catatan penting bagi partai. Ia menilai dampaknya bisa memengaruhi citra NasDem di mata publik jika tidak segera dievaluasi.
"Ada protes konsolidasi di DPRD itu lemah. Yang kami jaga efek di publik, jangan sampai kader yang dikirim NasDem tidak mumpuni," ujarnya.
Usulan pemberhentian La Ode Tariala dari kursi Ketua DPRD Sultra pun sudah pernah bergulir dalam rapat paripurna, Senin (24/8/2026). Rapat paripurna itu sampai berakhir ricuh saat Muttaqin Siddiq mengamuk dan naik ke kursi pimpinan.
"Saya tadi hanya naik ke atas lalu duduk, dan mempertanyakan kehadiran pimpinan dan anggota DPRD Sultra," kata Wakil Ketua DPW NasDem Sultra Muttaqin Siddiq saat dihubungi, Senin (24/8).
Muttaqin mengaku emosi lantaran rapat paripurna kerap ditunda karena ketidakhadiran sejumlah anggota DPRD Sultra. Dia menilai ukuran kinerja anggota DPRD salah satunya dapat dilihat dari kehadiran dalam rapat paripurna.
"Agendanya tadi tentang pengumuman pergantian DPRD dan perubahan APBD, masa tidak hadir. Terus tanggung jawabnya mereka apa? Karena ukuran variabel DPR itu rapat paripurna," jelasnya.
