3 Hari Tawuran di Ablam Makassar Berujung Warga Tewas

3 Hari Tawuran di Ablam Makassar Berujung Warga Tewas

Tim detiksulsel - detikSulsel
Sabtu, 17 Okt 2026 06:30 WIB
Personel Polsek Makassar melakukan pengamanan tawuran 2 Kelompok warga di Jalan Ablam.
Foto: Personel Polsek Makassar melakukan pengamanan tawuran 2 Kelompok warga di Jalan Ablam. (Fadli Ilham/detikSulsel)
Makassar -

Tawuran antarwarga terjadi selama tiga hari di kawasan Ablam, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ironisnya, tawuran tersebut menyebabkan seorang pria bernama Mansyur tewas usai terjatuh di got.

Tawuran pertama kali terjadi pada Senin (24/8) sore. Dua kelompok yang bertikai merupakan warga yang tinggal pada dua lorong yang saling berdekatan.

"Antara Ablam dengan Lorong Jor-Joran. Warga sekitar, kebetulan mereka baku tetangga lorong," ujar Kanit Reskrim Polsek Makassar Iptu Syuryadi Syamal kepada wartawan, Senin (24/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat polisi tiba di lokasi, warga yang hendak melakukan tawuran memilih membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Warga yang bertikai menyerang dengan cara saling melemparkan batu. Beruntung, tawuran tersebut dapat dilerai polisi yang turun tangan ke lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

"Saat anggota sudah di TKP para masyarakat yang hendak melakukan tawuran kembali ke rumah masing-masing. Untuk informasi, alhamdulillah tidak ada korban jiwa," jelas Syuryadi.

Tawuran Susulan Pecah Lagi

Tawuran kelompok warga Jor-joran dan Loner di Jalan Ablam, Kecamatan Makassar kembali pecah pada Rabu (14/10) malam. Kedua kelompok saling serang menggunakan busur panah, batu dan petasan.

Tawuran kali ini bahkan turut melibatkan kaum emak-emak. Petugas kepolisian sempat kesulitan untuk melakukan pembubaran terhadap tawuran antarwarga ini.

"Ada yang menggunakan busur, ada yang menggunakan batu, tapi kebanyakan ibu-ibu. Sehingga kita telah membubarkan semua, mengimbau warga untuk masuk di rumahnya," ujar Panit Opsnal Polsek Makassar, Aiptu Abdul Rais kepada wartawan, Kamis (15/10).

Polisi yang turun tangan ke lokasi kejadian menyita sejumlah busur panah dan petasan usai membubarkan tawuran. Abdul Rais mengaku tidak ada pelaku tawuran yang diamankan.

"Ada beberapa busur yang diamankan, petasan ada juga. Tidak ada (diamankan), kedua belah pihak menahan diri," jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Makassar Kompol Mustari mengungkap penyebab emak-emak ikut tawuran. Menurutnya, para emak-emak itu bermaksud membela kelompok anaknya.

"(Ibu-ibu) turut provokasi, membela anak-anaknya, baku tunjuk bela kelompoknya," ujar Kompol Mustari kepada detikSulsel di lokasi, Kamis (15/10).

Mustari mengatakan emak-emak dari dua kelompok yang berteriak saling menyalahkan. Kehadiran emak-emak membuat suasana di lokasi kian ribut dan tegang.

"Tadi itu lebih banyak ibu-ibu. Ibu yang saling berteriak. Datang semua ibu-ibu 'bilang kau itu salah' baku tunjuk-tunjuk," beber Mustari.

Tawuran Pecah Lagi Berujung 1 Warga Tewas

Tawuran kembali terjadi di Jalan Ablam pada Jumat (16/10) sekitar pukul 06.00 Wita. Insiden yang ketiga kalinya dalam sepekan tersebut menyebabkan pria bernama Mansyur tewas dengan luka benturan di bagian wajah.

"Kejadiannya tadi pagi sekitar jam 6 (pagi) lewat, sekarang sudah aman. Ini kumpul (warga) karena ada korban yang meninggal," kata Kompol Mustari kepada wartawan.

Mustari menjelaskan, korban saat itu berada di rumahnya saat tawuran terjadi. Korban lantas keluar rumah mencari keluarganya.

"(Korban) keluar dari rumahnya kalau tidak salah. Dia bilang cucu atau anaknya itu mau dia amankan, terus terjatuh," ujar Mustari.

Mustari mengatakan, korban merupakan warga dari kelompok Jor-joran. Kendati begitu dia menegaskan korban tidak terlibat tawuran hingga tewas.

"Tidak ada kalau dibilang busur atau batu yang kena atau parang," tegasnya.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Pelamonia Makassar namun nyawanya tidak tertolong. Mustari memastikan situasi di lokasi telah kondusif namun petugas masih berjaga di lokasi.



(hmw/hmw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads