Dua pentolan Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Komandan Operasi (Danops) Manfret Fatem, yang sebelumnya disebut tewas ternyata lolos dari serangan TNI. Kedua anggota OPM bernama Anton Fatem dan Yesias Fatem itu kini telah menyerahkan diri.
"Dilakukan pendalaman dari Anton Fatem dan Yesias Fatem yang sebelumnya ternyata lolos dari penyergapan di Sungai Kamundan beberapa hari sebelumnya yang akhirnya menyerah," kata Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).
Anton Fatem dan Yesias Fatem menyerahkan diri di Maybrat, Papua Barat Daya, pada Kamis (15/10). Setelah menyerahkan diri, TNI melakukan pendalaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melalui proses komunikasi dan pendalaman, diperoleh informasi mengenai keberadaan senjata yang sebelumnya dirampas. Tim gabungan kemudian melaksanakan pencarian hingga berhasil mengamankan kembali senjata Caracal beserta amunisinya," ungkapnya.
Riyanto melanjutkan keberhasilan ini menunjukkan pentingnya sinergi antarsatuan, ketelitian informasi, dan profesionalisme prajurit. Pengamanan kembali senjata tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan senjata api yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat maupun aparat.
"Setiap langkah pengamanan harus tetap dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum, dengan tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan," katanya.
Diketahui, Komandan OPM Manfret Fatem tewas dalam kontak tembak dengan pasukan TNI gabungan. Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya tersebut tewas bersama dua anak buahnya.
"Dalam peristiwa tersebut, tiga orang dari kelompok bersenjata OPM dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian," kata Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto dalam keterangannya, Jumat (9/10).
Kontak tembak antara satgas gabungan TNI dengan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya terjadi di kawasan hutan sebelah utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Jumat (9/10). Kontak tembak terjadi saat personel gabungan melaksanakan kegiatan pengamanan wilayah.
