262 Warga Maybrat 5 Tahun Masih Mengungsi Imbas Serangan OPM

Papua Barat Daya

262 Warga Maybrat 5 Tahun Masih Mengungsi Imbas Serangan OPM

Paulus Pulo - detikSulsel
Sabtu, 10 Okt 2026 19:00 WIB
Kondisi Distrik Aifat Timur Jauh di Kabupaten Maybrat.
Foto: Kondisi Distrik Aifat Timur Jauh di Kabupaten Maybrat.
Maybrat -

Sebanyak 262 warga dari tujuh kampung di Distrik Aifat Timur Jauh, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, dilaporkan masih mengungsi imbas serangan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang mengakibatkan 4 prajurit TNI gugur pada 2021 silam. Ratusan warga bertahan di kawasan hutan Maybrat hingga Sorong.

"Tujuh kampung di Aifat Timur Jauh mengungsi di antaranya Kampung Ainsera, Kampung Aimau, Kampung Kesian, Kampung Aisasior, Kampung Fermneway, Kampung Aikingking, Kampung Tiefermon dengan jumlah 262 orang. Jumlah pengungsi tersebut setelah penembakan empat anggota TNI," kata Kepala Distrik Aifat Timur Jauh, Bernardus Aikingking kepada detikcom, Sabtu (10/10/2026).

Bernardus mengatakan, para pengungsi masih bertahan lantaran trauma akibat teror OPM. Ratusan warga tersebut dilaporkan masih membutuhkan pelayanan agar bisa hidup dengan layak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Para pengungsi hingga kini masih bertahan di luar Maybrat. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan, serta kesempatan ekonomi yang layak sebagaimana masyarakat di wilayah lainnya," bebernya.

ADVERTISEMENT

Bernardus meminta Pemprov Papua Barat Daya dan Pemkab Maybrat memberikan perhatian. Dia berharap kampung halaman warga yang terdampak serangan OPM sebelumnya juga dibenahi.

"Kami berharap kepada bupati Maybrat dan gubernur Papua Barat Daya agar tidak membiarkan situasi keamanan terus menjadi alasan tertundanya pembangunan di wilayah Aifat Timur Raya," ucap Bernardus.

Dia juga mendesak pemerintah dan aparat keamanan menjamin perlindungan terhadap masyarakat. Bernardus kembali menekankan agar wilayah Aifat Timur Raya terus dipulihkan secara nyata.

"Pemerintah harus hadir untuk menjamin keselamatan masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan dasar rakyat. Jangan sampai masyarakat Aifat Timur Raya terus hidup dalam keterisolasian, keterbatasan pelayanan, dan ketertinggalan pembangunan," tegasnya.

Diketahui, gelombang eksodus terjadi buntut Posramil Kisor diserang puluhan anggota OPM pada Kamis (2/9/2021) sekitar pukul 03.00 Wita. Para pelaku melakukan penyerangan secara membabi buta menggunakan senjata tajam terhadap prajurit TNI.

Penyerangan yang terjadi pada saat prajurit sedang istirahat. Serangan OPM tersebut membuat 4 personel TNI AD gugur, yakni Serda Amrosius, Praka Dirham, Pratu Zul Ansari dan Lettu Chb Dirman.



(sar/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads