Lapas Kelas IIB Merauke, Papua Selatan, diduga dibakar narapidana alias warga binaan usai razia handphone (HP). Petugas lapas dan napi dilaporkan sempat terlibat kericuhan.
"Jadi rupanya ada perselisihan antara warga binaan dengan petugas lapas," ungkap Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga kepada detikcom, Jumat (9/10/2026).
Leonardo belum menjelaskan lebih jauh terkait perselisihan tersebut. Informasi sementara, petugas lapas sempat melakukan razia HP terhadap warga binaan hingga memicu keributan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Betul, dimulai dari situ (pemeriksaan HP oleh petugas lapas)," ucap Leonardo.
Polisi turun ke lapas setelah menerima informasi. Saat tiba di lokasi, api sudah membakar area lantai 2 kantor Lapas IIB Merauke.
"Saat kita datangi ternyata api berasal dari dalam yang kemungkinan besar disebabkan oleh warga binaan," ucapnya.
Sejumlah napi dilaporkan kabur saat lapas terbakar. Selang beberapa waktu, total 33 napi yang melarikan diri telah kembali ditangkap.
"Tadi ada 33 orang dan sudah diamankan semua sudah berada dalam lapas lagi," tutur Leonardo.
Sementara itu, Wakapolres Merauke Kompol Jerry Koagouw menuturkan, pihaknya menerima informasi kebakaran pukul 10.00 WIT pagi tadi. Aparat kepolisian pun diturunkan melakukan pengamanan dan membantu pemadaman.
"Jam 10.00 kami mendapat laporan dari Lapas bahwa ada keributan. Kita merespons mendatangi Lapas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun setibanya di lapas, kantor lapas sudah terbakar," ujar Jerry.
Polisi masih mendalami kebakaran lapas sambil menunggu proses pemadaman dan sterilisasi lokasi. Polisi juga masih berkoordinasi dengan pihak lapas terkait jumlah tahanan yang sempat kabur saat kericuhan.
"Memang ada beberapa yang sudah kita amankan di Polres. Namun kita belum konfirmasi kepada Kalapas berapa jumlah pasti tahanan yang lari. Nanti setelah ini kami koordinasikan," jelasnya.
Diketahui, Lapas Kelas IIB Merauke dilaporkan terbakar pada Jumat (9/10) pagi. Situasi di lokasi kejadian dilaporkan sudah aman dan kondusif.
