Penyelundupan 200 Amunisi Digagalkan di Perairan Jayapura

Papua

Penyelundupan 200 Amunisi Digagalkan di Perairan Jayapura

Paulus Pulo - detikSulsel
Rabu, 07 Okt 2026 10:30 WIB
Penyelundupan 200 amunisi digagalkan di perairan Jayapura.
Foto: Penyelundupan 200 amunisi digagalkan di perairan Jayapura. (dok. Istimewa)
Jayapura -

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C (TMP) Jayapura dan aparat kepolisian menggagalkan penyelundupan 200 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter di perairan Jayapura, Papua. Tiga koli berisi 34 slop atau 340 bungkus hasil tembakau tanpa pita cukai turut diamankan.

"Untuk rokok ilegal menjadi kewenangan kami," kata Kepala KPPBC TMP C Jayapura, Fungki Awaludin dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).

Temuan bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan longboat yang membawa barang ilegal menuju Papua Nugini (PNG), Sabtu (3/10) sekitar pukul 22.36 WIT. Saat hendak diperiksa, awak longboat berupaya menghindar dan membuang sejumlah barang ke laut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas yang melakukan penyisiran pun menyita ratusan amunisi dan rokok ilegal. Bea Cukai telah menyerahkan temuan 200 amunisi tersebut kepada Polda Papua melalui Satgas Operasi Damai Cartenz untuk ditindaklanjuti pada Senin (5/10).

"Amunisi kami serahkan kepada Polda Papua melalui Ditreskrimum untuk ditindaklanjuti," ujar Fungki.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, asal usul amunisi masih didalami. Penyidik juga akan memeriksa sejumlah saksi.

"Terkait penyerahan barang bukti amunisi sebanyak 200 butir, kami akan dalami lebih fokus dan lebih konsentrasi terkait siapa yang mengirim barang, dari mana asalnya, dan ke mana tujuannya," ujar Yusuf.

Pendalaman tersebut dilakukan untuk mengetahui rangkaian peredaran amunisi, termasuk pihak yang membawa, menerima maupun menguasainya. Identitas awak longboat dan sarana yang digunakan juga masih dalam proses penyelidikan.

"Ini merupakan salah satu bukti nyata sinergitas dan kerja sama antara Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 dengan stakeholder terkait. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus dibangun dan ditingkatkan bersama instansi maupun satuan lainnya," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Faizal Ramadhani mengatakan, pengungkapan perkara tersebut tidak hanya berorientasi pada penanganan barang bukti. Pihaknya juga berupaya mengungkap rangkaian peredaran amunisi hingga pihak-pihak yang berada di baliknya.

"Kami akan terus mendukung proses penegakan hukum terhadap setiap temuan yang berkaitan dengan gangguan keamanan, sehingga upaya bersama dalam menjaga Papua tetap aman dan damai dapat berjalan secara optimal," jelasnya.



(sar/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads