Seorang wanita berinisial NU (20) babak belur usai ditimpuk batu bata oleh kekasih sesama jenisnya inisial MY (25) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Pelaku diduga kesal lantaran korban selalu meminta pulang ke rumahnya.
"Diduga itu mereka ada hubungan spesial, mungkin mereka bertengkar," kata Kapolsek Urban Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna kepada wartawan, Sabtu (3/10/2026).
Penganiayaan itu terjadi di sebuah rumah di Dusun Lamongan, Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, Sabtu (3/10) sekira pukul 00.45 Wita. Korban dan pelaku sudah sepekan tinggal bersama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban dan pelaku sudah hampir sepekan selalu bersama dan bermalam bersama secara pindah-pindah di sekitar lokasi kejadian," ungkap Sandy.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Sandy menyebut penganiayaan itu terjadi ketika korban menyampaikan keinginannya untuk pulang ke rumahnya. Pelaku yang diduga kesal, langsung mengambil batu bata dan memukul wajah korban hingga terluka.
"Korban ini selalu mau pulang ke rumahnya, namun pelaku melarang. Diduga kesal, pelaku akhirnya memukul wajah korban menggunakan batu bata hingga berdarah," terangnya.
Pascakejadian, korban langsung melarikan diri kemudian melaporkan penganiayaan yang dialaminya ke pihak berwajib. Menurut Sandy, penganiayaan itu menyebabkan korban menderita babak belur pada bagian wajah.
"Setelah itu, korban melarikan diri meninggalkan tempat kejadian menuju ke rumah salah satu warga yang mengantarnya ke kantor polisi," ujar Sandy.
Dia menyebut pihaknya telah mendatangi tempat kejadian peristiwa (TKP). Namun pelaku telah kabur dan masih proses pencarian.
Untuk kepentingan lebih lanjut, polisi telah mengarahkan korban membuat laporan resmi di Polres Polman. Polisi juga telah mengamankan barang bukti batu bata dan handphone milik korban yang dirusak pelaku.
"Anggota telah mengantar korban ke Polres Polman untuk membuat laporan resmi. Termasuk mengamankan batu bata dan handphone milik korban yang tidak usai dilemparkan pelaku," pungkasnya.
