Pendamping desa bernama Nasrun Panigoro (41) di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, babak belur usai diduga dianiaya oknum Kepala Desa Timbuolo inisial NH. Korban mengalami memar di mata dan hidung berdarah.
"Klien kami dianiaya dipukul di bagian hidung sampai berdarah dan mata lebam," ujar kuasa hukum korban, Heriyanto Harmain kepada detikcom, Kamis (1/10/2026).
Dugaan penganiayaan itu terjadi di Aula kantor Kecamatan Botupingge, Bone Bolango pada Selasa (29/9) sekitar pukul 16.30 Wita. Saat itu tengah berlangsung rapat koordinasi BUMDes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara rapat koordinasi BUMDes dihadiri seluruh kepala desa se-Kecamatan Botupingge, berjalannya rapat, Kepala Desa Timbuolo terlibat adu mulut dengan salah-satu pendamping desa perempuan namanya ibu Leni," terang Heriyanto.
"Klien kami hanya melerai tiba-tiba klien kami dianiaya dan dipukul di hidung sampai berdarah dan matanya lebam," tambahnya.
Atas kejadian itu, Nasrun pun melaporkan NH ke Polda Gorontalo atas dugaan penganiayaan. Laporan tersebut bernomor: STTLP/B/430/IX/2026/SPKT/Polda Gorontalo tertanggal 29 September 2026.
Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Marupa Sagala membenarkan adanya laporan korban terkait penganiayaan yang dilakukan oknum kepala desa. Dia mengatakan laporan korban akan didalami terlebih dahulu.
"Iya, laporannya sudah masuk kemarin kasus penganiayaan. Semua laporan yang masuk ke polisi akan ditindaklanjuti, tahapannya akan dilakukan penyelidikan," kata Marupa singkat.
