2 Remaja di Polman Dibacok OTK Saat Berkendara, Motor Dibakar

2 Remaja di Polman Dibacok OTK Saat Berkendara, Motor Dibakar

Abdy Febriady - detikSulsel
Senin, 28 Sep 2026 12:30 WIB
The death of a deaf man who was shot after a North Carolina Highway Patrol officer tried to pull him over for speeding is being investigated (AFP Photo/Joshua Lott)
Ilustrasi. Foto: AFP Photo/Joshua Lott
Polewali Mandar -

Dua remaja pria berinisial PU (15) dan TO (19) menjadi korban pembacokan orang tidak dikenal (OTK) saat mengendarai sepeda motor di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Pelaku juga membakar sepeda motor salah satu korban.

"Korban ada dua orang, pelakunya OTK, masih diselidiki," kata Kapolsek Urban Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna kepada wartawan, Senin (28/9/2026).

Sandy menyebut, kedua aksi penyerangan tersebut terjadi di dua lokasi berbeda dalam rentang waktu sekitar dua jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban PU diserang OTK saat berboncengan dengan dua rekannya di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Mapilli, Kecamatan Mapilli, Minggu (27/9) sekitar pukul 23.00 Wita. Selanjutnya korban TO diserang saat mengendarai sepeda motor di Jalan Desa Rumpa, Kecamatan Mapilli, Senin (28/9) sekitar pukul 01.00 Wita.

Menurut Sandy, korban PU diserang ketika berhenti di pinggir jalan untuk memindahkan bangkai kucing yang ditabraknya.

ADVERTISEMENT

"Saat korban hendak naik ke sepeda motor usai memindahkan bangkai kucing yang ditabraknya, tiba tiba dari arah belakang ada beberapa motor langsung berhenti kemudian salah satu pelaku langsung mengayunkan samurai ke arah punggung korban sebanyak satu kali," terangnya.

Karena panik, korban PU bersama 2 temannya langsung kabur meninggalkan sepeda motornya di tempat kejadian peristiwa (TKP). Para pelaku lalu membakar sepeda motor tersebut.

"Setelah melakukan penganiayaan pelaku membakar sepeda motor yang digunakan korban. Warga lalu memadamkan api yang membakar motor korban setelah pelaku pergi," ujarnya.

Sandy menerangkan, korban TO diserang OTK ketika sedang berboncengan dengan rekannya berinisial FA. Sebelum menyadari dirinya telah terluka akibat diparangi, korban saat berkendara sempat mendengar suara seseorang memanggil namanya.

"Dalam perjalanan, korban sempat mendengar ada orang memanggil namanya, setelah itu menyadari dirinya telah terkena sabetan senjata tajam jenis parang," ucap Sandy.

Sandy mengatakan, korban TO menderita luka terbuka pada bagian bahu usai terkena sabetan parang. Korban kini telah menjalani perawatan medis.

Diakui Sandy, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus penyerangan yang dilakukan OTK ini. Kedua korban juga telah diarahkan membuat laporan resmi di Polres Polman untuk penanganan lebih lanjut.

"Kedua korban telah diarahkan ke Polres Polman untuk membuat laporan secara resmi, sementara identitas para pelaku masih dalam penyelidikan," pungkasnya.



(asm/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads