Nasib Penganiaya Remaja di Asmat Tewas Dimassa di Rumah Sakit

Nasib Penganiaya Remaja di Asmat Tewas Dimassa di Rumah Sakit

Tim detikSulsel - detikSulsel
Rabu, 23 Sep 2026 08:30 WIB
Remaja di Asmat tewas dianiaya berujung pelaku juga tewas dimassa di RS.
Remaja di Asmat tewas dianiaya berujung pelaku juga tewas dimassa di RS. Foto: (dok. istimewa)
Asmat -

Remaja berinisial EP (16) tewas dianiaya dua pelaku di Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Keluarga korban yang tidak terima lantas membalas menganiaya salah satu pelaku inisial JH di jalanan dan saat menjalani perawatan di rumah sakit, hingga akhirnya tewas.

Peristiwa bermula dari dugaan penganiayaan yang menyebabkan EP meninggal dunia di Kota Agast, Asmat, Senin (21/9). Setelah insiden itu, pihak keluarga korban mencari dan menemukan salah satu terduga pelaku.

"Keluarga korban yang tersulut emosi kemudian melakukan tindakan kekerasan terhadap pihak yang diduga terlibat di dua lokasi berbeda," kata Kapolres Asmat AKBP Wahyu Basuki kepada wartawan, Senin (21/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di lokasi pertama di kawasan Pasar Mama-Mama Cemenes, penganiayaan turut dialami pelaku JH hingga sempat tidak sadarkan diri dan dikira sudah tewas. Belakangan JH tersadar dan meminta pertolongan dievakuasi ke RSUD Agast.

"Terduga pelaku berinisial JH menjadi sasaran penganiayaan hingga tidak sadarkan diri. JH sempat dikira meninggal dunia, namun kemudian diketahui masih hidup dan meminta pertolongan untuk dievakuasi ke RSUD Agats," bebernya.

ADVERTISEMENT

Massa yang menerima informasi bahwa JH masih hidup dan sedang menjalani perawatan, lantas bergerak mendatangi RSUD Agast. Massa menerobos barikade polisi dan kembali menganiaya pelaku hingga akhirnya meninggal dunia.

"Massa berhasil menerobos barikade petugas dan kembali melakukan penganiayaan terhadap JH. Akibat kejadian tersebut, JH meninggal dunia di RSUD Agats," bebernya.

Polisi Minta Warga Tak Terprovokasi

Basuki melanjutkan di lokasi kedua yang berada di sekitar Kompleks Pembuangan Sampah, personel Polres Asmat telah melakukan penyisiran untuk mencari pihak lain yang diduga terlibat. Namun, hingga dilakukan pengecekan, keberadaan terduga pelaku kedua belum ditemukan.

"Kepolisian terus melakukan penanganan dan pendalaman terhadap rangkaian peristiwa tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kami bersama jajaran stakeholder, TNI, dan tokoh masyarakat terus melakukan berbagai upaya untuk meredam situasi, mencegah terjadinya aksi kekerasan susulan, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Agats," tegasnya.

Ia juga mengimbau seluruh pihak, baik keluarga korban maupun keluarga pihak yang diduga terlibat, agar tidak terpancing emosi dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Percayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian. Setiap laporan dan informasi akan kami tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya.

Hingga saat ini, personel Polres Asmat terus disiagakan di sejumlah titik untuk mengendalikan situasi, mencegah pergerakan massa, mengantisipasi bentrokan susulan, serta mengimbau kedua pihak agar menahan diri dan menjaga keamanan di Kota Agats.



(asm/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads