Jebakan Biadab Jefri Perkosa-Bunuh Eks Pacar di Konsel

Jebakan Biadab Jefri Perkosa-Bunuh Eks Pacar di Konsel

Tim detikSulsel - detikSulsel
Jumat, 18 Sep 2026 07:30 WIB
Pria bernama Jefri ditangkap setelah membunuh pacarnya di Konaw Selatan (Konsel).
Pria bernama Jefri ditangkap setelah membunuh pacarnya di Konaw Selatan (Konsel). Foto: (dok. istimewa)
Konawe Selatan -

Pria bernama Jefri (30) ditangkap polisi usai membunuh mantan pacarnya, DA (22) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra). Jefri sempat memperkosa korban lalu memutuskan hubungan sebelum akhirnya membunuh DA.

Peristiwa bermula ketika pelaku menghubungi korban untuk bertemu di sebuah kebun Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea pada Selasa (15/9) malam. Pelaku lalu menjemput dan membawa korban ke area perkebunan menggunakan motor.

"Pelaku mengajak korban bertemu sekitar pukul 21.00 Wita, lalu setelah bertemu mereka masuk ke arah perkebunan," kata Kapolres Konsel AKBP Daeng Riandika Mahardani saat konferensi pers, Kamis (17/9).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di lokasi tersebut, pelaku melancarkan aksinya mengajak korban berhubungan layaknya suami istri. Setelah selesai, pelaku langsung menyampaikan ingin mengakhiri hubungan dengan korban.

"Di tempat itu mereka melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Kemudian pelaku menindih korban dan menyampaikan tidak bisa lagi sama-sama dengan korban," beber Riandika.

ADVERTISEMENT

Korban yang mendengar permintaan itu lantas tertawa cekikikan. Sementara pelaku merasa tersinggung dan langsung mencekik korban hingga tewas.

"Korban pun merespons dengan tertawa cekikikan, pelaku yang sakit hati lalu mencekik leher korban hingga tak sadarkan diri," terangnya.

Setelah memastikan korban sudah tidak sadarkan diri, pelaku langsung meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Keesokan harinya, kata Riandika, korban ditemukan tak bernyawa oleh warga sekitar pukul 10.10 Wita.

"Korban kemudian ditemukan warga sekitar pukul 10.10 Wita dalam keadaan meninggal dunia," imbuhnya.

Pelaku Sakit Hati Lamaran Ditolak

Kasatreskrim Polres Konsel AKP Taufik Hidayat turut mengungkap motif utama pelaku membunuh korban. Salah satunya, pelaku sakit hati karena lamarannya ditolak keluarga korban.

"Pelaku ini melakukan penganiayaan sehingga menyebabkan korban meninggal dunia faktor sakit hati karena lamarannya ditolak oleh keluarga korban," kata AKP Taufik kepada detikcom, Kamis (17/9).

Selain itu, pelaku melakukan menghabisi nyawa korban karena cemburu melihatnya sedang berkomunikasi dengan teman pria lainnya menggunakan ponsel korban. Saat berkomunikasi, korban disebut sempat tertawa sehingga memicu kecemburuan pelaku.

"Pada saat kejadian terduga pelaku merasa cemburu karena korban sedang asyik berkomunikasi kepada teman prianya yang lain dengan menggunakan HP korban sambil tertawa," ujarnya.

Polisi menyebut pelaku kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban hingga kehilangan nyawa. Setelah itu, pelaku mengambil celana korban dan menggunakannya untuk menyumpal mulut korban.

"Karena sakit hati dan cemburu, pelaku mencekik leher korban hingga lemas dan meninggal dunia. Kemudian mengambil celana korban lalu menyumpal mulut korban," tuturnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: WN Australia Bunuh 2 Anak lalu Gantung Diri di Bali Alami Gangguan Kecemasan"
[Gambas:Video 20detik] (asm/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads