Kronologi Bentrokan di Maluku Berujung 27 Rumah Terbakar-4 Orang Tertembak

Kronologi Bentrokan di Maluku Berujung 27 Rumah Terbakar-4 Orang Tertembak

Muhammad Jaya Barends - detikSulsel
Sabtu, 12 Sep 2026 14:45 WIB
Dua kelompok warga di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, terlibat bentrokan diduga gegara kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Dua kelompok warga di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, terlibat bentrokan diduga gegara kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Foto: dok istimewa
Seram Bagian Barat -

Dua kelompok warga di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, terlibat bentrokan diduga gegara kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Perang tersebut mengakibatkan 27 rumah terbakar dan 4 orang terkena tembakan senapan angin.

Bentrokan itu melibatkan warga Desa Patahuwe dan Desa Lisabata, Kecamatan Taniwel, pada Jumat (11/9/2026). Peristiwa bermula saat lahan warga Desa Lisabata di Desa Nuniali, terbakar.

"Kejadian itu bermula pukul 14.00 WIT, ketika terjadi kebakaran di area kebun milik salah satu warga Lisabata di wilayah Tanjung, Dusun Sisiulu, Desa Nuniali," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rositah Umasugi dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga Desa Patahuwe kemudian mendatangi lahan yang terbakar untuk membantu melakukan pemadaman. Namun setelah warga Patahuwe kembali ke desanya, terjadi konsentrasi massa lalu kembali membubarkan diri.

"Sekitar pukul 16.00 WIT, sempat terjadi konsentrasi massa dari kedua pihak (warga Desa Lisabata dan Patahuwe). Melalui koordinasi unsur Muspika Taniwel, warga Desa Lisabata kemudian kembali ke wilayahnya," beber Rositah.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya pukul 18.55 WIT, ketegangan kembali terjadi antara warga kedua desa tersebut. Ketegangan itu berujung pada pembakaran rumah hingga ada warga terluka terkena tembakan senapan angin.

"Aparat kemudian mengambil langkah cepat dengan melakukan penyekatan. Selanjutnya melakukan pengamanan guna mencegah massa dari kedua pihak kembali bertemu," jelasnya.

Sementara Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto mengatakan bentrokan antara dua kelompok warga itu mengakibatkan 27 rumah terbakar. Selain itu, empat warga dilaporkan terkena tembakan senapan angin.

"Dalam bentrok itu, sebanyak 27 rumah warga dan satu motor terbakar. Peristiwa tersebut juga menyebabkan 4 warga dari salah satu desa mengalami luka akibat terkena tembakan senjata angin," ungkap Irjen Dadang.

Dia menuturkan peristiwa itu bermula dari kebakaran lahan milik salah satu warga. Peristiwa itu lalu berkembang menjadi kesalahpahaman antara warga Desa Lisabata dengan Desa Patahuwe yang berujung saling serang.

"(Dari kebakaran lahan) kemudian berkembang menjadi kesalahpahaman dan ketegangan antarwarga dari Desa Lisabata dan Desa Patahuwe," beber Dadang.

Dadang bersama Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto langsung mendatangi lokasi bentrokan di Desa Patahuwe, dini hari. Keduanya kemudian melakukan pertemuan bersama Kepala Desa Lisabata dan Kepala Desa Patahuwe di Kantor Camat Taniwel.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Maluku menegaskan bahwa masyarakat kedua desa harus menahan diri. Dia juga berharap warga tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun pihak-pihak yang dapat memperkeruh keadaan.

"Masing-masing raja harus menenangkan masyarakatnya. Kita harus sama-sama menjaga situasi agar tetap aman. Jangan sampai ada orang yang memprovokasi atau orang-orang yang tidak menginginkan Maluku ini aman," tegas Dadang.



(hsr/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads