Dua kelompok warga di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, terlibat bentrok. Bentrokan dipicu dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga mengakibatkan rumah dibakar.
"Terjadinya (bentrok) antar warga dua desa. Aparat gabungan (kemudian) melakukan penyekatan dan memisahkan konsentrasi massa," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi dalam keterangannya, Jumat (12/9/2026).
Bentrokan itu melibatkan warga Desa Patahuwe dan Desa Lisabata, Kecamatan Taniwel, Jumat (11/9). Lahan kebun milik warga Desa Lisabata awalnya terbakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadian itu bermula pukul 14.00 WIT, ketika terjadi kebakaran di area kebun milik salah satu warga Lisabata di wilayah Tanjung, Dusun Sisiulu, Desa Nuniali," jelasnya.
Warga Desa Patahuwe kemudian mendatangi lokasi untuk membantu melakukan pemadaman. Namun setelah warga Patahuwe kembali ke desanya lalu terjadi konsentrasi massa.
"Sekitar pukul 16.00 WIT, sempat terjadi konsentrasi massa dari kedua pihak (warga Desa Lisabata dan Patahuwe). Melalui koordinasi unsur Muspika Taniwel, warga Desa Lisabata kemudian kembali ke wilayahnya," beber Rositah.
Namun pukul 18.55 WIT, ketegangan kembali terjadi antara warga kedua desa tersebut. Kemudian berujung pada pembakaran rumah.
"Aparat kemudian mengambil langkah cepat dengan melakukan penyekatan. Selanjutnya melakukan pengamanan guna mencegah massa dari kedua pihak kembali bertemu," jelasnya.
Terpisah, Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Revindo Pradikta Rulando mengatakan kini 92 personel gabungan TNI-Polri telah menyekat perbatasan dua desa. Situasi juga kini telah kembali kondusif.
"Situasi sudah kondusif, masyarakat kami minta tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan dan menyerahkan penanganan kepada aparat," imbuhnya.
