Mahasiswa baru berinisial F (18) di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga dianiaya seniornya saat Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Pihak kampus turut tangan melakukan mediasi setelah korban mengadu ke fakultas.
Korban F mengaku dianiaya seniornya saat mengikuti PKKMB di Sekretariat Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pada Selasa (11/8). Sejumlah mahasiswa baru disebut juga mengalami kekerasan fisik.
"Iya kejadiannya saat PKKMB. Perutku dipukul dan ditampar, terus disuruh salam bahasa," kata F kepada wartawan, Minggu (6/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, F mengaku sulit fokus dalam perkuliahan yang sudah mulai berlangsung. Ia mengatakan setiap masuk kelas kerap was-was didatangi dan kembali dianiaya para pelaku.
"Pikiran terus terbayang-bayang sama kelakuan mereka. Setelah ini apalagi yang mau senior kasih ke kita," imbuhnya.
Sementara Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UHO Kendari, La Ode Sahidin membenarkan terkait dugaan penganiayaan itu. Namun dia mengatakan persoalan tersebut sudah selesai.
"Iya ada soal penganiayaan maba. Sudah selesai masalahnya sejak awal mereka masuk," kata Sahidin kepada detikcom.
Dia mengatakan pihaknya sudah turun tangan menangani kasus tersebut. Bahkan, pihak fakultas telah mengumpulkan para mahasiswa yang menjadi korban penganiayaan.
"Kami tidak memastikan jumlah korban, tapi kami kumpul semua anak maba laki-laki lalu dipertemukan dengan pelaku," bebernya.
Kendati demikian, Sahidin mengatakan tidak ada sanksi bagi para pelaku. Hal ini karena pihak kampus melakukan mediasi dan kedua belah pihak sepakat berdamai.
"Kedua belah pihak sudah bertemu dan sudah berdamai," ujarnya.
"Mereka membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi segala bentuk kekerasan fisik, psikis, dan verbal. Kalau terulang siap menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku," sambungnya.
