Nelayan di Bantaeng Tewas Ditikam 15 Kali Diduga Perkara Utang Rp 6 Juta

Nelayan di Bantaeng Tewas Ditikam 15 Kali Diduga Perkara Utang Rp 6 Juta

Reinhard Soplantila - detikSulsel
Rabu, 02 Sep 2026 11:00 WIB
Ilustrasi pembacokan, ilustrasi penebasan, ilustrasi penikaman. (AI)
Foto: Ilustrasi pembacokan, ilustrasi penebasan, ilustrasi penikaman. (AI)
Bantaeng -

Seorang nelayan berinisial RA (53) tewas bersimbah darah dengan 15 luka tusukan di rumahnya di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Polisi menduga korban dibunuh oleh pria berinisial SY, yang disebut memiliki persoalan utang dengan korban sebesar Rp 6 juta.

"Korban seorang nelayan berinisial RA dan terduga pelaku SY," ujar Kanit Resmob Polda Sulsel, Aipda Sabil, pada Rabu (2/9/2026).

Pembunuhan itu terjadi di BTN Nelayan, Dusun Birea, Desa Pa'jukukang, Kecamatan Pa'jukukang, Bantaeng, Rabu (2/9) sekitar pukul 00.30 Wita. Polisi kini masih memburu SY yang diduga sebagai pelaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sabil mengatakan, peristiwa itu diketahui setelah istri korban, SN (48), pulang ke rumah. SN, sempat melihat SY datang bersama istrinya menggunakan mobil pikap dan berjalan seorang diri menuju rumahnya.

"Lalu SY terlihat berlari keluar menuju mobil, sementara SN yang menyusul pulang mendapati suaminya tergeletak tengkurap dan bersimbah darah di ruang tamu," katanya

ADVERTISEMENT

Polisi yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Prof Dr H M Anwar Makkatutu Bantaeng untuk pemeriksaan medis.

"Hasil pemeriksaan menemukan 15 luka tikam pada tubuh korban. Luka tersebut terdiri dari luka tusuk, luka robek, dan luka lecet yang tersebar di tubuh korban," beber Sabil.

Polisi menduga pembunuhan tersebut berkaitan dengan persoalan utang. Korban disebut memiliki utang sebesar Rp 6 juta kepada SY yang telah berlangsung sekitar satu tahun.

"SY disebut telah beberapa kali menagih utang sebesar Rp 6 juta tersebut kepada korban, namun belum mendapatkan pembayaran," tutur Sabil.

Pihak keluarga korban juga telah membuat laporan polisi di Polres Bantaeng. Pihak kepolisian kini masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.

"Keluarga korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polres Bantaeng. Sedangkan pelaku masih dalam proses pengejaran," pungkas Sabil.



(ata/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads