Kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) gencar melakukan aksi teror selama Agustus 2026 di Papua. Para pelaku melakukan penembakan secara membabi buta yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari warga sipil hingga aparat TNI/Polri, termasuk menyandera sembilan wanita.
Dalam catatan pemberitaan detikcom, KKB telah melancarkan 9 kali serangan di wilayah Papua Pegunungan hingga Papua Tengah. Serangan KKB itu mengakibatkan 7 orang meninggal dunia, 5 orang mengalami luka-luka, dan 9 wanita disandera.
Dirangkum detikcom hingga Selasa (25/8/2026), berikut rentetan serangan KKB/OPM yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di wilayah Papua:
5 Pekerja Proyek Jalan Tewas Ditembak KKB
KKB awalnya melakukan penyerangan terhadap pekerja proyek jalan di kawasan Kali Kabur, Distrik Woniki, Tolikara, Papua Pegunungan, Minggu (2/8) sekitar pukul 19.30 WIT. Serangan itu mengakibatkan 5 pekerja dari PT Sutan Harauli Jaya (PT SHJ) meninggal dunia.
"Berdasarkan pendataan sementara, lima orang dinyatakan meninggal dunia yang diakibatkan luka tembak dan luka penganiayaan berat, dan lima orang lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat," kata Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Senin (3/8).
Proses evakuasi berlangsung secara bertahap pada Senin (3/8). Empat korban meninggal berinisial AS, EA, dan B telah dievakuasi ke RSUD Mulia, sedangkan ACR dievakuasi ke RSUD Karubaga, Kabupaten Tolikara.
"Sementara satu korban meninggal dunia lainnya merupakan masyarakat asli Papua yang hingga saat ini masih dalam proses identifikasi," jelas Yusuf.
Selain itu, kelima korban yang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat masing-masing berinisial WR, SS, HM, SU, dan JJM. Kelimanya sudah mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke RSUD Mulia untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Berdasarkan penyelidikan awal dan keterangan saksi, peristiwa terjadi ketika para pekerja berada di kawasan proyek jalan di Distrik Kanggime. Aparat yang melakukan evakuasi ternyata sempat mendapatkan serangan dari KKB.
"Dalam proses evakuasi, personel sempat menghadapi gangguan keamanan berupa kontak tembak dengan pihak yang belum teridentifikasi. Namun proses evakuasi tetap dilaksanakan secara terukur dengan keselamatan sebagai prioritas," jelasnya.
"Informasi awal yang diperoleh petugas di lapangan menyebutkan bahwa aksi tersebut diduga dilakukan oleh KKB Kodap X Tolikara pimpinan Rambo Botak," tutur Yusuf.
Kendati begitu, dugaan keterlibatan kelompok tersebut masih terus diverifikasi dan didalami oleh penyidik berdasarkan keterangan saksi, barang bukti, serta hasil penyelidikan di lapangan. Aparat kepolisian masih memburu para pelaku.
"Kami tidak ingin mendahului hasil penyelidikan. Identitas dan pihak yang bertanggung jawab akan disampaikan setelah didukung oleh hasil penyelidikan dan alat bukti yang memadai," bebernya.
Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: Kasus Penyekapan Jakpus-Nadiem Divonis 10 Tahun Bui"
(hsr/hsr)