Rentetan Aksi Brutal KKB Papua Selama Agustus

Rentetan Aksi Brutal KKB Papua Selama Agustus

Tim detikcom - detikSulsel
Selasa, 25 Agu 2026 08:39 WIB
Lima anggota KKB menembaki mobil polisi di Dogiyai, Papua.
Lima anggota KKB menembaki mobil polisi di Dogiyai, Papua. Foto: dok istimewa
Papua -

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) gencar melakukan aksi teror selama Agustus 2026 di Papua. Para pelaku melakukan penembakan secara membabi buta yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari warga sipil hingga aparat TNI/Polri, termasuk menyandera sembilan wanita.

Dalam catatan pemberitaan detikcom, KKB telah melancarkan 9 kali serangan di wilayah Papua Pegunungan hingga Papua Tengah. Serangan KKB itu mengakibatkan 7 orang meninggal dunia, 5 orang mengalami luka-luka, dan 9 wanita disandera.

Dirangkum detikcom hingga Selasa (25/8/2026), berikut rentetan serangan KKB/OPM yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di wilayah Papua:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

5 Pekerja Proyek Jalan Tewas Ditembak KKB

KKB awalnya melakukan penyerangan terhadap pekerja proyek jalan di kawasan Kali Kabur, Distrik Woniki, Tolikara, Papua Pegunungan, Minggu (2/8) sekitar pukul 19.30 WIT. Serangan itu mengakibatkan 5 pekerja dari PT Sutan Harauli Jaya (PT SHJ) meninggal dunia.

"Berdasarkan pendataan sementara, lima orang dinyatakan meninggal dunia yang diakibatkan luka tembak dan luka penganiayaan berat, dan lima orang lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat," kata Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Senin (3/8).

ADVERTISEMENT

Proses evakuasi berlangsung secara bertahap pada Senin (3/8). Empat korban meninggal berinisial AS, EA, dan B telah dievakuasi ke RSUD Mulia, sedangkan ACR dievakuasi ke RSUD Karubaga, Kabupaten Tolikara.

"Sementara satu korban meninggal dunia lainnya merupakan masyarakat asli Papua yang hingga saat ini masih dalam proses identifikasi," jelas Yusuf.

Selain itu, kelima korban yang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat masing-masing berinisial WR, SS, HM, SU, dan JJM. Kelimanya sudah mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke RSUD Mulia untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Berdasarkan penyelidikan awal dan keterangan saksi, peristiwa terjadi ketika para pekerja berada di kawasan proyek jalan di Distrik Kanggime. Aparat yang melakukan evakuasi ternyata sempat mendapatkan serangan dari KKB.

"Dalam proses evakuasi, personel sempat menghadapi gangguan keamanan berupa kontak tembak dengan pihak yang belum teridentifikasi. Namun proses evakuasi tetap dilaksanakan secara terukur dengan keselamatan sebagai prioritas," jelasnya.

"Informasi awal yang diperoleh petugas di lapangan menyebutkan bahwa aksi tersebut diduga dilakukan oleh KKB Kodap X Tolikara pimpinan Rambo Botak," tutur Yusuf.

Kendati begitu, dugaan keterlibatan kelompok tersebut masih terus diverifikasi dan didalami oleh penyidik berdasarkan keterangan saksi, barang bukti, serta hasil penyelidikan di lapangan. Aparat kepolisian masih memburu para pelaku.

"Kami tidak ingin mendahului hasil penyelidikan. Identitas dan pihak yang bertanggung jawab akan disampaikan setelah didukung oleh hasil penyelidikan dan alat bukti yang memadai," bebernya.

KKB Tembak 2 Warga di Festival Budaya

KKB menembak dua warga saat Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2026 di di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (8/8) sekitar pukul 12.45 WIT. KKB pimpinan Egianus Kogoya diduga menjadi dalang dalam serangan tersebut.

"Aksi penembakan terhadap dua warga tersebut diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata Kodap III Ndugama-Derakma pimpinan Egianus Kogoya," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Senin (10/8).

Kombes Yusuf belum merinci peran kedua pelaku yang merupakan anak buah Egianus tersebut. Penyidik masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.

"Dalam pendalaman awal, terdapat dugaan keterlibatan dua orang berinisial EG dan PN yang disebut merupakan anggota kelompok tersebut," tambah Kombes Yusuf.

Aparat kepolisian gabungan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan terungkap kedua warga berinisial LMO (43) dan S (50) terkena tembakan saat berada dalam mobil.

"Saat kejadian, dua warga berinisial LMO (43) dan S (50) berada di dalam kendaraan untuk mengantarkan makanan ke lokasi festival. Tembakan dari arah samping kendaraan mengakibatkan keduanya mengalami luka," paparnya.

Penembakan itu memicu kepanikan pengunjung hingga kocar-kacir berupaya menyelamatkan diri. Aparat keamanan yang berada di lokasi segera memberikan perlindungan.

"Pengunjung serta peserta FBLB diarahkan menuju area yang lebih aman. Selanjutnya, personel TNI-Polri melakukan evakuasi terhadap pengunjung, termasuk warga negara asing, menuju Kantor Bupati Jayawijaya," ucapnya.

Kedua korban yang terkena tembakan pun dilarikan ke rumah sakit. Kombes Yusuf memastikan kedua warga yang mengalami luka tembakan sudah dalam kondisi sadar setelah mendapat perawatan medis.

"Kedua korban kemudian mendapatkan penanganan medis di RSUD Wamena. Berdasarkan informasi terakhir, keduanya dalam kondisi sadar dan masih menjalani perawatan," tutur Kombes Yusuf.

Dari hasil olah TKP, aparat turut menemukan adanya tiga titik bekas tembakan pada kendaraan korban. Dua lubang bekas tembakan terdapat pada bagian pintu pengemudi dan satu titik pada kap mesin.

"Petugas juga menemukan dan mengamankan empat serpihan proyektil pada kendaraan korban. Sementara dari sekitar lokasi kejadian, petugas mengamankan delapan butir selongsong PIN kaliber 5,56 mm, satu lembar jaket, serta satu buah proyektil GLM," jelasnya.

Seluruh barang bukti dan petunjuk dari hasil olah TKP akan diperiksa lebih lanjut. Temuan tersebut menjadi petunjuk penting untuk mengungkap rangkaian kejadian serta pihak yang diduga bertanggung jawab.

"Personel gabungan di lapangan juga melakukan pemantauan, pencarian, pengejaran, dan penyekatan terhadap pihak yang diduga terlibat. Seluruh langkah tersebut dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat," tegasnya.

OPM Tembak Patroli TNI di Puncak

OPM terlibat kontak tembak dengan prajurit TNI di kawasan hutan Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Minggu (16/8). Peristiwa bermula saat prajurit TNI melakukan patroli di dalam hutan belantara.

"Pasukan Satgas TNI yang menemukan persembunyian kelompok OPM di dalam lebatnya rimba Papua," ujar Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto dalam keterangannya, Minggu (16/8).

Lucky mengatakan, personel awalnya berupaya persuasif agar para pelaku meletakkan senjata. Para pelaku juga diminta menyerahkan diri dan bersedia dibawa aparat penegak hukum.

"Akan tetapi upaya persuasif ini mereka jawab dengan tembakan secara membabi-buta, sehingga pasukan Satgas TNI terpaksa membalas serangan brutal kelompok OPM," ucapnya.

Serangan balasan TNI berhasil memukul mundur pelaku ke dalam hutan. Saat kontak tembak itu, Lucky mengklaim ada tiga anggota OPM tewas terkena tembakan di lokasi.

"Tiga anggota OPM tewas dalam kontak senjata tersebut dan jasad ketiganya dibawa kelompoknya yang melarikan diri ke dalam hutan," beber Lucky.

Prajurit TNI pun melakukan penyisiran di lokasi. Sejumlah senjata api dan amunisi yang diduga digunakan OPM untuk menebar teror, kemudian ditemukan di tempat kejadian perkara.

"Satgas TNI berhasil mengamankan 8 jenis senjata api berikut peluru tajam yang diduga kuat akan digunakan OPM untuk menyebar teror, khususnya pada peringatan HUT RI ke-81," imbuhnya.

Lucky menekankan, tindakan tegas ditempuh karena prajurit berada dalam ancaman pelaku. Menurut dia, kebijakan itu dilakukan dengan mengedepankan prinsip rules of engagement (ROE).

"Seluruh anggota OPM hanyalah persoalan waktu bagi TNI mengingat besarnya dukungan masyarakat dan semakin kentalnya sinergitas antar penyelenggara negara di Papua saat ini," jelasnya.

OPM Pimpinan Botak Wanimbo Tembak Warga

OPM pimpinan Botak Wanimbo juga menebar teror menjelang peringatan Hari Kemerdekaan di Kabupaten Tolikara. Pelaku menembak seorang warga sipil di Kompleks Pertamina Lama, Distrik Wenam, Minggu (16/8).

"Kelompok OPM pimpinan Botak Wanimbo melakukan aksi penembakan terhadap seorang warga," kata Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto kepada wartawan, Senin (17/8).

Penembakan itu mengakibatkan korban mengalami luka pada bagian betis sebelah kiri. Korban langsung dievakuasi ke Pos Kout Satgas Yonif 511/DY untuk mendapat perawatan medis.

"Korban telah berhasil dievakuasi oleh personel Satgas Yonif 511/DY dan saat ini mendapat penanganan medis," ujarnya.

Aparat TNI telah bergerak melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Personel Kodim 1716/Tolikara dan Satgas Rajawali V dikerahkan melakukan penyelidikan.

"Kami terus melakukan pengejaran terhadap pelaku dan memastikan keamanan masyarakat. TNI-Polri akan tetap bersinergi menjaga kondusifitas wilayah," imbuh Tri.

1 TNI Gugur Saat Kontak Tembak dengan OPM

OPM semakin brutal lantaran nekat menebar teror saat puncak peringatan HUT ke-81 RI. Para pelaku terlibat kontak tembak dengan TNI di wilayah Jila, Kabupaten Mimika, Senin (17/8).

"Benar telah terjadi kontak tembak di wilayah Jila yang melibatkan aparat keamanan dengan kelompok OPM Pok III Puncak yang diduga dipimpin Pemne Kogoya," ungkap Tri dalam keterangannya, Senin (17/8).

Kontak tembak terjadi antara personel Posramil Jila Kodim 1710/Mimika bersama Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133 dengan OPM. Total tiga anggota TNI menjadi korban dalam insiden itu.

"Dalam kejadian tersebut, tiga prajurit menjadi korban, satu gugur dan dua lainnya mengalami luka. Saat ini penanganan terhadap korban terus dilakukan," ucapnya.

Dua prajurit TNI yang mengalami luka saat ini masih mendapatkan penanganan medis. Aparat keamanan sudah dikerahkan mengejar pelaku penembakan.

"TNI bersama Polri juga terus bersinergi dalam menjaga keamanan masyarakat serta mengantisipasi gangguan keamanan susulan di wilayah Jila," imbuh Tri.

KKB Bunuh Ibu Tolak Disandera

KKB menyandera sembilan wanita di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (18/8). Mirisnya, seorang ibu dilaporkan tewas ditembak dan anaknya turut dibuang ke jurang karena menolak ditawan oleh para pelaku.

"Untuk identitas korban meninggal dunia akibat ditembak Neregingget Magai (48) dan anak yang dilempar ke jurang, Inkolung Aim dengan kondisi luka patah kaki," kata Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak dalam keterangannya, Rabu (19/8).

Peristiwa itu terjadi di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, Mimika, Selasa (18/8). Penyanderaan terhadap warga terjadi sehari setelah KKB menyerang TNI di Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS, Distrik Jila.

"Ini kemungkinan masih kelompok KKB yang melakukan penembakan terhadap Pos Satgas 133/YS di Jila. Setelah melakukan penembakan, kemudian terjadi aksi penyanderaan," tegasnya.

Alredo menyebut, seorang ibu dan anaknya menjadi sasaran kekerasan pelaku karena menolak disandera. Sementara sembilan warga lainnya dibawa paksa KKB ke hutan.

"Dua orang menolak ikut dibawa KKB. Informasinya, ibunya tewas ditembak, sedangkan anaknya dibuang ke jurang. Sementara sembilan perempuan lainnya dibawa ke hutan," tuturnya.

Dari sembilan warga yang disandera, salah satunya bernama Nemerina Wamang (17) yang dilaporkan sedang hamil muda. Sementara delapan lainnya, yakni Alin Mesawarol (kelas VI SD), Nopi Aim (kelas IV SD), Opinte Mesawaro (kelas III SD), Yotina Senawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13).

Alredo menegaskan, pihaknya masih melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polres Mimika juga meminta bantuan untuk memperkuat pengamanan di wilayah Jila.

"Kami telah meminta bantuan dari Batalyon Brimob untuk membackup jajaran Polsek di sana," ujar Alredo.

Menurut dia, kondisi geografis menjadi salah satu kendala dalam pengiriman personel ke Distrik Jila. Akses menuju wilayah tersebut hanya dapat ditempuh melalui jalur udara sehingga pengerahan personel dalam jumlah besar membutuhkan dukungan transportasi udara.

"Pergeseran personel ke sana berkaitan dengan penerbangan. Kemungkinan kami akan mengirim personel menggunakan helikopter, satu regu dari Batalyon B Brimob Mimika," jelasnya.

KKB Serang Warga di Yahukimo

Aksi brutal KKB berlanjut dengan menyerang warga bernama Adit (40) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Korban mengalami luka robek pada bagian leher dan telah dievakuasi ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis.

Penyerangan terjadi di kawasan Jalan Sosial, Kompleks Kali Bonto, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Kamis (20/8) sekitar pukul 19.15 WIT. Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat wilayah sekitar mengalami pemadaman listrik.

"Pelaku setelah kejadian langsung melarikan diri. Setelah menerima informasi, tim gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo langsung merespons dengan mendatangi lokasi kejadian dan melakukan langkah-langkah penyidikan," katanya.

Yusuf menuturkan polisi sedang mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti yang memungkinkan masih ada di TKP. Berdasarkan keterangan awal, salah seorang saksi yang berada di lantai atas awalnya mendengar korban berteriak meminta pertolongan.

"Saksi kemudian turun ke lantai bawah dan menemukan korban dalam kondisi tergeletak di atas meja makan. Korban sempat menyampaikan kepada saksi bahwa pelaku melarikan diri ke arah gereja," bebernya.

Saksi kemudian meminta bantuan warga lainnya untuk mengevakuasi korban ke RSUD Dekai guna mendapatkan penanganan medis. Beruntung kondisi korban saat ini berangsur membaik.

"Kondisi korban alhamdulillah sadar dan lukanya sudah ditangani dengan baik. Dan saat ini masih dalam perawatan medis di rumah sakit," terangnya.

Yusuf menambahkan, petugas saat ini telah mengantongi ciri-ciri pelaku. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga berasal dari KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yalenang pimpinan Kombi Yemberengge.

"Namun dugaan tersebut masih didalami untuk memastikan identitas dan keterlibatan pihak yang bertanggung jawab," bebernya.

KKB Tembak Polisi di Tolikara

Anggota polisi Bripda Jhon Galu Situmorang mengalami luka tembak akibat serangan KKB pimpinan Ternus Enumbi di jembatan Kuari, Kampung Umage, Distrik Umage, Kabupaten Tolikara, Kamis (20/8). Penembakan terjadi ketika Bripda Jhon Galu sedang melakukan observasi di lokasi.

"Iya benar kejadian yang terjadi terhadap personel Polsek Ilu Bripda Jhon Galu Situmorang. Penembakan terjadi saat anggota Polsek Ilu sedang melakukan observasi, tiba-tiba diserang dengan kontak tembak dari ketinggian," kata Kombes Yusuf.

"Tembakan mengenai atap kendaraan dinas, di antaranya lampu rotator yang pecah, dan salah satu proyektil peluru mengenai anggota atas nama Bripda Jhon Galu Situmorang pada pangkal paha kiri," katanya.

Setelah kejadian, tim langsung memprioritaskan penyelamatan korban dan membawanya ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga akhirnya korban dirujuk ke RS Bhayangkara Jayapura karena kondisinya semakin menurun.

"Terkait dugaan pelaku, kita masih melakukan identifikasi dan penyelidikan terhadap pihak yang bertanggung jawab atas aksi penembakan tersebut. Berdasarkan hasil identifikasi dan penyelidikan kami, pelaku patut diduga kelompok kriminal bersenjata pimpinan Ternus Enumbi," ujarnya.

Selain mengevakuasi korban, kepolisian juga melakukan penyisiran di sekitar TKP. Yusuf menyebut lokasi berada pada area tebing dan hutan yang lebat.

"Sasarannya aparat keamanan, karena korban menggunakan kendaraan dinas, jadi mudah diketahui, dengan kondisi banyak lubang tembakan terutama di bagian atap," jelasnya.

Yusuf mengungkapkan pada satu bulan terakhir, Kabupaten Tolikara sendiri memiliki tingkat kerawanan, dikarenakan bulan lalu juga terdapat kejadian pekerja jalan menjadi korban.

KKB Tembak Patroli Polisi di Dogiyai

Terbaru, lima anggota KKB menembak mobil polisi yang sedang patroli di Kampung Ekimani, Distrik Kamu Utara, tepatnya di Pintu Angin Gunung Odedimi, Dogiyai pada Minggu (23/8) sekitar pukul 16.20 WIT. Para pelaku langsung melarikan diri masuk ke arah lereng usai melepaskan tembakan dari arah bukit.

"Kontak tembak terjadi setelah personel gabungan Polres Dogiyai dan BKO Brimob Yon A Polda Papua menemukan sekelompok KKB di Puncak Gunung Odedimi," ujar Kapolres Dogiyai AKBP Dennis Arya Putra kepada detikcom, Senin (24/8).

Dennis menuturkan saat pertama kali ditemukan, KKB melarikan diri ke arah lereng gunung. Pada saat personel kembali melewati lokasi yang sama, kelompok tersebut kembali terlihat dan melepaskan tiga kali tembakan ke arah personel.

"Tindakan penembakan dilakukan ketika personel sedang melaksanakan perjalanan patroli dan bukan pada saat sedang melakukan pengejaran," bebernya.

Dia mengatakan tindak tersebut menunjukkan bahwa ancaman terhadap personel dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama ketika melintasi wilayah yang sebelumnya telah diketahui terdapat anggota KKB.

"Setelah melakukan penembakan, kelompok KKB kembali melarikan diri ke arah lereng sehingga keberadaan mereka belum dapat dipastikan. Kondisi ini menyebabkan potensi gangguan masih tetap ada dan perlu diantisipasi," ucapnya.

Dia menambahkan bahwa personel sempat mendapati jalan yang dipalang di Kampung Ekemanida usai terlibat kontak tembak dengan KKB. Menurutnya, pemalangan jalan menunjukkan situasi masyarakat di sekitar wilayah tersebut masih sensitif setelah adanya gangguan keamanan.

"Secara keseluruhan, situasi keamanan di sekitar Pintu Angin Gunung Odedimi dan jalur yang dilalui personel masih perlu diwaspadai. Kontak tembak dan pemalangan yang terjadi dalam satu rangkaian perjalanan menunjukkan adanya potensi gangguan keamanan yang dapat muncul secara cepat dan tidak selalu dapat diprediksi dari awal," bebernya

Halaman 2 dari 6


Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: Kasus Penyekapan Jakpus-Nadiem Divonis 10 Tahun Bui"
[Gambas:Video 20detik] (hsr/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads