Tipu Muslihat Arjuna Bunuh Sadis Salma di Enrekang

Tipu Muslihat Arjuna Bunuh Sadis Salma di Enrekang

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 25 Agu 2026 07:30 WIB
Muh Arjuna Ranu saat ditangkap polisi.
Muh Arjuna Ranu saat ditangkap polisi. Foto: (dok. istimewa)
Enrekang -

Wanita bernama Salma (44) di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), tewas dibunuh sadis Muh Arjuna Ranu hingga mayatnya ditemukan di semak-semak. Arjuna menghabisi nyawa Salma usai menguras isi rekening korban sebesar Rp 40 juta.

Kasus bermula ketika pelaku menghubungi korban pada Rabu (19/8) dengan modus hendak menawarkan bawang merah murah seharga Rp 18 ribu per kilogram. Pelaku dan korban kemudian berboncengan menuju ke Desa Bungin, Kecamatan Bungin.

"Pelaku menghubungi korban yang merupakan pedagang bawang dengan iming-iming ada transaksi bawang murah. Korban tergiur dan bersedia dibonceng pelaku menuju daerah Bungin," kata Kasat Reskrim Polres Enrekang AKP Dodie Ramaputra kepada detikSulsel, Senin (24/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku kemudian mengancam korban dengan badik agar mentransfer uang ke rekening pelaku. Korban pun tidak kuasa hingga terpaksa menuruti kemauan pelaku.

"Pelaku awalnya menawarkan ada bawang merah dengan harga murah. (Setelah sampai) Pelaku mengancam korban dengan badik agar mentransfer uang ke rekening pelaku sebanyak Rp 40 juta," terangnya.

ADVERTISEMENT

Setelah korban mentransfer uang, pelaku kemudian menghabisi nyawa korban. Pelaku menikam korban dengan badik dari depan dan belakang.

"Pelaku membunuh korban dengan memakai badik dengan menusuk korban hingga tewas," paparnya.

Salma Dilaporkan Hilang Sebelum Ditemukan Tewas

Salma kemudian dilaporkan hilang di wilayah Kecamatan Bungin, Rabu (19/8). Belakangan korban ditemukan tewas pada Jumat (21/8) sekitar pukul 14.00 Wita, jauh dari pemukiman dan ditutup menggunakan semak-semak.

"Tubuh korban ditemukan dibuang di semak-semak dengan posisi tengkurap dan di atas tubuhnya pelaku menaruh ranting dan dedaunan kering agar mayat korban tidak terlihat," kata Dodie Ramaputra.

Saat ditemukan, Salma masih mengenakan baju berwarna cokelat, celana panjang hitam, dan hijab berwarna hitam. Kondisi korban kemudian diperiksa untuk mengetahui penyebab kematiannya.

"Hasil pemeriksaan di RSUD Massenrempulu menemukan adanya luka tusuk pada bagian leher depan dan belakang," paparnya.

Salma Bikin Status WhatsApp 'Menghilang'

Polisi juga mengungkap adanya status WhatsApp dari Salma sebelum ditemukan tewas. Status tersebut diduga dibuat oleh pelaku Muh Arjuna Ranu untuk mengaburkan kematian korban.

"Kerabat korban melihat unggahan status WhatsApp milik korban yang berisi tulisan 'Menghilang otw jauh'," kata Dodie Ramaputra.

Setelah melihat status tersebut, kerabat korban berusaha menghubungi Salma melalui pesan dan panggilan WhatsApp pada Rabu (19/8). Namun korban tidak memberikan respons dan nomor WhatsApp-nya sudah tidak aktif.

"Keesokan harinya pada Kamis (20/8), orang tua Salma mendatangi rumah kerabat korban untuk menanyakan keberadaan Salma karena korban belum pulang," terangnya.

Keluarga kemudian mulai berkoordinasi dengan kerabat dan sejumlah warga untuk mencari keberadaan Salma. Informasi hilangnya korban juga diketahui anggota Asosiasi Pedagang Bawang Merah Enrekang yang kemudian turut membantu pencarian.

"Pencarian mengarah ke wilayah Kecamatan Bungin setelah diperoleh informasi bahwa Salma sebelumnya menuju daerah tersebut," paparnya.

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, polisi kemudian menetapkan Arjuna sebagai tersangka dalam perkara dugaan pembunuhan berencana tersebut. Pelaku disangkakan melanggar Pasal 459 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, subsider Pasal 458 ayat (1).

"(Motif pelaku) Terdesak kebutuhan uang akibat kekalahan bermain judi online," kata Dodie Ramaputra.

Rumah Arjuna Dibongkar Warga

Massa yang mengetahui pelaku pembunuhan itu kemudian membongkar rumah pelaku yang berada di Kecamatan Anggeraja, Jumat (21/8) malam. Kondisi rumah dilaporkan memang sudah dalam kondisi kosong.

"Kondisi rumah rusak dibongkar massa. Rumah itu sedang kosong karena istri (pelaku) itu sedang di rumah orang tuanya, sedangkan orang tua dia (pelaku) sedang di Makassar," kata Kapolsek Anggeraja Iptu Talli kepada detikSulsel, Sabtu (22/8).

Massa yang emosi tidak sampai membakar rumah pelaku. Polisi dan pemerintah setempat langsung turun ke lokasi menenangkan massa.

"Tidak sampai dibakar. Kami memang ingatkan jangan dibakar karena jangan sampai api merambat ke rumah yang lain nantinya," terangnya.



(asm/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads