Honai Diduga Markas OPM di Intan Jaya Digerebek TNI, Senpi-Amunisi Disita

Papua Tengah

Honai Diduga Markas OPM di Intan Jaya Digerebek TNI, Senpi-Amunisi Disita

Syachrul Arsyad - detikSulsel
Minggu, 16 Agu 2026 17:30 WIB
TNI menyita senjata api hingga amunisi usai menggerebek honai diduga markas OPM di Intan Jaya.
Foto: TNI menyita senjata api hingga amunisi usai menggerebek honai diduga markas OPM di Intan Jaya. (dok. istimewa)
Intan Jaya -

TNI menggerebek sebuah honai yang diduga menjadi markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Sejumlah senjata api (senpi) dan amunisi disita dari lokasi.

Honai itu dikuasai TNI dalam patroli yang berlangsung dalam hutan di sekitar Kampung Gamagai, Distrik Ugimba, Sabtu (15/8) dini hari. Honai itu diduga menjadi tempat persinggahan TPNPB-OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Apeni Kobogau.

"Personel melaksanakan penguasaan wilayah terhadap honai yang menjadi lokasi persinggahan kelompok tersebut," kata Kapen Koops TNI Habema Letkol Inf M.Wirya Arthadiguna dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penindakan bermula saat personel Koops TNI Habema melaksanakan pengamanan wilayah di Kampung Gamagai. Di tengah kondisi medan yang gelap dan terjal, personel melihat ada tiga orang mencurigakan di sekitar lokasi.

"Hasil pemantauan udara menunjukkan adanya tiga orang yang bergerak menyusuri sungai menuju wilayah Distrik Ugimba dan kemudian berhenti di sebuah honai yang diduga menjadi tempat persinggahan," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Informasi tersebut segera dilaporkan secara berjenjang untuk menentukan langkah selanjutnya. Personel TNI yang ditugaskan pun ditambah hingga akhirnya ditemukan sebuah honai.

"Saat penindakan dilakukan, kelompok yang diduga OPM tersebut memilih melarikan diri menuju kawasan hutan dan ketinggian, yang mengarah ke Kampung Kulapa," papar Wirya.

Dari hasil pemeriksaan, personel mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan OPM. Barang yang disita berupa satu senjata rakitan, satu pistol revolver standar, tujuh butir amunisi, satu kotak amunisi senapan angin, satu panah beserta lima anak panah, dua noken, satu bendera Bintang Kejora, satu senter, serta sembilan baterai.

"Prajurit Koops TNI Habema akan terus melaksanakan tugas secara selektif, terukur, profesional, dan mengutamakan keselamatan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah Papua," ujarnya.

Wirya melanjutkan, operasi di Kampung Gamagai juga menunjukkan kinerja TNI dalam mengantisipasi ancaman kelompok bersenjata. Pihaknya pun berkomitmen untuk tetap menjaga keamanan di wilayah Papua.

"Di balik beratnya medan dan panjangnya waktu penugasan, para prajurit tetap menjalankan amanah dengan satu tujuan menjaga keamanan wilayah, melindungi masyarakat, dan memastikan tugas negara terlaksana dengan penuh tanggung jawab," pungkasnya.



(sar/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads