TNI Klaim 3 Warga Maybrat Luka Bukan karena Ditembak tapi Diserang Pakai Sajam

Papua Barat Daya

TNI Klaim 3 Warga Maybrat Luka Bukan karena Ditembak tapi Diserang Pakai Sajam

Paulus Pulo - detikSulsel
Minggu, 16 Agu 2026 12:06 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi penyerangan. (/Thinkstock)
Maybrat -

Kodam XVIII/Kasuari buka suara soal 3 warga di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, yang mengalami luka-luka hingga dilarikan ke rumah sakit. TNI mengklaim ketiga warga mengalami luka bukan karena ditembak, melainkan akibat diserang menggunakan senjata tajam (sajam) oleh orang tidak dikenal (OTK).

"Hasil analisis sementara terhadap ketiga korban menunjukkan bahwa luka yang dialami oleh para korban bukan luka tembak, namun kuat dugaan akibat senjata tajam," kata Kapendam XVIII/Kasuari, Kolonel Inf. Daniel Panusuan Manalu dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Daniel memastikan ketiga korban langsung mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Selebesolo Sorong. Dia mengapresiasi gerak cepat tim medis dan pihak keamanan yang mengevakuasi korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan telah kami pastikan melalui pengecekan awal di lapangan bahwa pada saat kejadian tidak terdapat pasukan TNI yang melaksanakan operasi di sekitar wilayah Ainod," tegasnya.

Pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta di balik penyerangan ketiga warga itu. Daniel mengajak semua pihak tidak terprovokasi dan terburu-buru menyimpulkan kejadian ini.

ADVERTISEMENT

"Kita semua mengutuk tindak kekerasan oleh OTK tersebut yang telah menjadikan warga masyarakat sebagai korban," beber Daniel.

Dia memastikan TNI akan tetap memaksimalkan pengamanan di wilayah Papua, termasuk Maybrat. Daniel berharap kejadian ini yang menimbulkan keresahan masyarakat tidak lagi terulang.

"Setiap perkembangan penting dari hasil penyelidikan akan kami sampaikan secara terbuka kepada publik setelah informasi tersebut benar-benar terverifikasi," imbuhnya.

Diketahui, penyerangan terhadap warga sipil terjadi di Kampung Ainod, sekitar pinggiran Sungai Kamundan, Maybrat pada Jumat (14/8). Ketiganya sebelumnya diduga luka akibat tembakan.

"Tiga warga sipil korban insiden penembakan. Ketiganya telah dievakuasi ke RSUD Sele Be Solu," kata Anggota DPRD Papua Barat Daya, Willem Assem kepada wartawan, Jumat (14/8).

Ketiga korban masing-masing bernama Silvester Assem, Selfiana Sory dan Anike Fatie. Ketiganya dilaporkan sempat kritis akibat diserang OTK.

"Yang menjadi korban adalah keluarga dekat saya dan warga dari kampung saya sendiri. Mereka masyarakat biasa, bukan bagian dari TPN-OPM. Ketiga korban mengalami luka tembak dan kondisinya sempat kritis," jelasnya.



(sar/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads