Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari berinisial MH membantah tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi. MH berdalih saat itu dirinya hanya merapikan jilbab korban agar tidak berantakan.
"Kalau ada yang menyebut saya mencium itu tidak benar, saya hanya merapikan jilbabnya yang awut-awutan ketika dia mau keluar," kata MH kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).
MH mengaku saat itu mahasiswi tersebut sempat menangis saat bertemu dengannya di ruang kerjanya. Ia kemudian meminta mahasiswi itu keluar dari ruangannya karena khawatir menimbulkan persepsi yang berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia sempat menangis, saya suruh keluar karena takut ada persepsi bermacam-macam, tapi dia tidak mau keluar," ujarnya.
Karena mahasiswi tersebut terus menangis, MH mengaku mencoba menenangkan dengan meniup bagian ubun-ubunnya. Ia menyebut tindakan itu dilakukan seperti cara orang tua menenangkan anak.
"Kemudian karena dia menangis terus, saya coba tiup ubun-ubunnya agar tenang, seperti yang dilakukan orang tua dulu," bebernya.
MH juga membantah memiliki niat untuk melakukan pelecehan. Ia berdalih pintu ruang kerjanya saat kejadian dalam kondisi terbuka.
"Terus kalau saya ada niat melecehkan, pintu ruangan kantor saya itu saya tutup rapat-rapat, tapi ini terbuka lebar pintunya," pungkasnya.
Sebelumnya, MH dilaporkan ke polisi atas tuduhan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswinya. Dugaan tindak pidana kekerasan seksual itu diduga terjadi di ruangan kerja MH.
"Korban langsung yang membuat laporan ke Polda Sultra," kata kuasa hukum korban, Sukdar saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (12/8).
Sukdar mengatakan dugaan pelecehan seksual tersebut terjadi di ruangan kerja MH pada Rabu (15/7) sore. Saat itu, korban mendatangi terlapor karena hendak konsultasi nilai.
