Warga dari 2 Kelurahan di Palu Kembali Bentrok, 2 Orang Kena Busur Panah

Sulawesi Tengah

Warga dari 2 Kelurahan di Palu Kembali Bentrok, 2 Orang Kena Busur Panah

Rangga Musabar - detikSulsel
Jumat, 07 Agu 2026 11:20 WIB
Bentrokan warga dari dua kelurahan kembali pecah di Palu.
Foto: Bentrokan warga dari dua kelurahan kembali pecah di Palu. (dok. istimewa)
Palu -

Bentrokan antara warga Kelurahan Nunu dan Kelurahan Tatura Utara (Anoa), Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), kembali pecah. Informasi sementara dilaporkan ada dua warga yang diduga terkena busur panah.

"Ada informasi untuk korban ada dua orang yang kena busur. Tapi belum kami pastikan," ujar Kapolsek Palu Selatan, AKP Kasim Bohari kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).

Bentrokan terjadi di kawasan Jalan Anoa hingga Jembatan Lalove, Kamis (6/8) malam. Polisi turut berupaya memediasi warga terlibat perang kelompok yang diduga dipicu kesalahpahaman.

"Kita bersama dengan tokoh masyarakat, baik dari yang dituakan dari Nunu dan Anoa, kita kumpul bersama dan membuat kesepakatan untuk kita mengantisipasi jangan terjadi hal-hal yang terjadi seperti malam ini," paparnya.

Pihaknya akan membangun pos pengamanan di perbatasan antara Nunu dan Anoa. Polisi juga akan menyelidiki para pelaku penyerangan sebagaimana permintaan warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi untuk pelaku yang belum ditangkap, tadi sudah disampaikan oleh warga Nunu dan sudah ditindaklanjuti oleh rekan-rekan kita dari Polres, dan berjanji secepatnya akan diamankan. Karena ada proses-proses hukum yang sementara berjalan," ujar Kasim.

Diketahui, bentrokan antara warga dari dua kelurahan di Kecamatan Palu Selatan juga sempat terjadi pada Selasa (21/7) malam. Kericuhan pecah setelah seorang satpam dikeroyok saat melerai percekcokan pasangan suami istri.

ADVERTISEMENT

Korban awalnya memediasi dan menegur pria inisial AD yang terlibat cekcok dengan istrinya. Teguran itu diduga membuat AD tersinggung dan mengajak temannya mengeroyok satpam.

Keluarga satpam belakangan tidak terima atas pengeroyokan itu. Bentrokan pun pecah hingga polisi membubarkan massa yang terlibat bentrok.

"Spontanitas dari keluarga, karena mendengar informasi bahwa anggota keluarganya dianiaya, mereka langsung datang untuk mengevakuasi dan membawanya ke rumah sakit," kata Kasim usai dihubungi, Rabu (22/7).



(sar/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads