Remaja di Pinrang Dikeroyok Teman Dipicu Dendam Saat Main Tembak-tembakan

Remaja di Pinrang Dikeroyok Teman Dipicu Dendam Saat Main Tembak-tembakan

Muhclis Abduh - detikSulsel
Selasa, 28 Jul 2026 15:00 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

Seorang remaja berinisial MS (13) di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi korban pengeroyokan oleh 3 orang temannya. Kasus pengeroyokan dipicu pelaku yang mengklaim pernah menjadi sasaran tembak-tembakan bambu yang dilakukan korban sehingga berujung aksi balas dendam.

"Kami sementara menangani laporan terkait dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan anak di bawah umur," kata Kanit PPA Polres Pinrang Ipda Dewa Bharata kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).

Dewa memaparkan pengeroyokan terhadap korban terjadi di Jalan Tonrong Sadang, Kelurahan Tiroang pada Sabtu (11/7/2026) malam. Dari hasil penyelidikan sementara, peristiwa bermula saat korban bermain di masjid usai salat Magrib.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban berada di masjid sedang bermain setelah Magrib. Berselang beberapa saat, datang pihak terlapor memanggil korban, kemudian diajak ke depan masjid," ujarnya.

Setibanya di depan masjid, korban diduga langsung menjadi sasaran pengeroyokan oleh tiga anak secara bergantian. Akibat kejadian tersebut, korban sempat menjalani perawatan medis.

ADVERTISEMENT

"Akibat insiden tersebut korban mengalami luka dan sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit," paparnya.

Dewa menyebut terdapat tiga anak yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Ketiganya masing-masing berusia 10 tahun, 13 tahun, dan 14 tahun. Bentuk kekerasan yang dialami korban berupa pukulan dan tendangan.

"Menurut keterangan korban matanya sempat ditutup sambil berjalan. Tidak selang beberapa meter kemudian dilakukan tendangan oleh salah satu terlapor, lalu dilanjutkan oleh terlapor lainnya hingga akhirnya beberapa warga datang dan mereka berlarian," ungkap Dewa.

Dari hasil pemeriksaan sementara, penyidik telah meminta keterangan korban, pelapor, sejumlah saksi, hingga para terlapor. Karena seluruh pihak yang terlibat masih berstatus anak, proses pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan orang tua masing-masing.

"Korban sudah kami periksa, beberapa orang saksi sudah kami mintai keterangan, termasuk terlapor juga sudah kami mintai keterangan. Karena korban dan terlapor masih anak, seluruh proses pemeriksaan didampingi oleh orang tuanya masing-masing," tuturnya.

Menurutnya, hasil penyelidikan sementara menunjukkan pemicu kejadian berawal dari permainan tembak-tembakan bambu menggunakan peluru kertas. Salah seorang terlapor merasa terkena tembakan korban sehingga diduga memicu aksi balas dendam.

"Dari hasil keterangan yang kami dapatkan, hal ini terjadi karena bermain tembak-tembakan bambu yang pelurunya terbuat dari kertas. Korban dianggap mengenai salah satu dari tiga terlapor. Itulah yang menjadi pemicu sehingga terjadi pengeroyokan," jelasnya.

Saat ini, penyidik masih menangani perkara tersebut pada tahap penyelidikan. Polisi juga berencana menggelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

"Hari ini kami rencanakan gelar perkara untuk menentukan sikap tindak lanjut dari penanganan perkaranya. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan," terangnya.



(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads