Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengonfirmasi sedikitnya 75 hektare lahan sawah saat ini mengalami kekeringan parah. Kondisi ini disebabkan debit air di Bendungan Benteng yang menurun secara drastis akibat kemarau.
"Sekitar segitu (75 hektare) yang lahan sawahnya kekeringan cukup parah," kata Kabid Perairan Desa Dinas SDABK Pinrang Muhammad Husni Nakka kepada detikSulsel, Selasa (21/7/2026).
Husni merinci daerah yang mengalami kekeringan cukup parah di antaranya wilayah Jampue sekitar 40 hektare dan Suppa sekitar 35 hektare. Sementara di Desa Salipolo, pemerintah telah melakukan pompanisasi dengan mengambil air dari Sungai Saddang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau seperti Desa Salipolo kemarin sudah ada bantuan air, sudah ada pompa yang diambil dari Sungai Saddang," katanya.
Selain wilayah tersebut, kekurangan air juga teridentifikasi di sejumlah titik lain, termasuk jaringan irigasi Jampue, Salipolo, Suppa, serta wilayah Pekkabata. Wilayah tersebut disebabkan posisinya berada di ujung irigasi.
"Kalau di Jampue, di bangunan Jampue seluas 13 hektare, saluran sekunder Jampue. Di Salipolo juga. Suppa juga ada. Sebenarnya di Pekkabata agak-agak kekeringan juga, di dekat Rumah Sakit Baddinsing," ungkapnya.
Dia mengatakan debit air Bendung Benteng saat ini hanya sekitar 70 kubik per detik. Padahal, kebutuhan minimal untuk mengairi jaringan irigasi mencapai 130 kubik per detik.
Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, Pemkab telah memaksimalkan bantuan pompanisasi di sejumlah titik. Upaya tersebut dilakukan untuk menyelamatkan tanaman warga, terutama lahan yang sedang dalam masa pengolahan maupun mendekati masa panen.
"Kita berharap dampak El Nino ini cepat berlalu, sehingga air kita bisa kembali normal dari Bendung Benteng untuk mengairi. Sekarang memang masa penggunaan air cukup besar, ada yang masih mengolah dan ada yang mau panen," katanya.
Menurutnya, kondisi kekurangan air terjadi di sejumlah areal pada beberapa wilayah kerja UPTD. Namun, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak kekeringan tersebut.
"Sudah ada langkah-langkah yang dilaksanakan oleh PSDA dan Dinas Pertanian. Ada pemberian pompa, bantuan pompa itu dimanfaatkan. Juga memaksimalkan pengaturan air irigasi," jelasnya.
