Santri di Sidrap Babak Belur Diduga Dianiaya 2 Guru Anak Pimpinan Ponpes

Santri di Sidrap Babak Belur Diduga Dianiaya 2 Guru Anak Pimpinan Ponpes

Muhclis Abduh - detikSulsel
Kamis, 09 Jul 2026 16:53 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Santri 16 tahun di Sidrap diduga dianiaya oleh dua guru. Orang tua melaporkan kasus ini ke polisi. Foto: Istimewa
Sidrap -

Santri berinisial AJ (16) di Pondok Pesantrean Ma'had Imam Asy-Syafi'i (Ponpes Mahis) Cabang Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga dianiaya hingga babak belur oleh dua orang guru inisial AD (21) dan R. Orang tua korban (ortu) telah melaporkan kedua pelaku yang merupakan anak pimpinan Ponpes.

"Iya anak saya jadi korban (penganiayaan)," ujar orang tua korban, berinisial MA kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).

Korban diduga dianiaya di Desa Rijang Panua, Kecamatan Kulo, Sidrap pada Selasa (23/6) sekitar pukul 23.30 Wita. Kedua pelaku awalnya memanggil korban keluar asrama lalu dianiaya di sekitar asrama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini pelaku panggil anak saya keluar asrama kemudian melakukan penganiayaan dengan memukul wajah dan kepala anak saya dengan tangan," katanya.

ADVERTISEMENT

Penganiayaan itu membuat korban mengalami luka memar di bagian mata dan pipi kanan. MA mengaku tidak terima anaknya dianiaya sehingga melaporkan kedua pelaku ke polisi.

"Anak saya luka memar di bagian mata dan pipi kanan. Makanya saya laporkan kasus ini agar dapat diproses ini para pelaku," tegasnya.

Dia menilai kasus penganiayaan terhadap anaknya terkesan ditutupi pihak ponpes. Dia menduga pihak ponpes enggan memproses karena kedua pelaku merupakan anak dari pimpinan ponpes.

"Terlapor ini anak dari pimpinan Ponpes makanya saya lapor ke polisi agar dapat diproses secara hukum dengan transparan," imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Welfrick Krisyana Ambarita membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan terhadap AJ. Dia memastikan laporan tersebut akan ditangani secara serius.

"Iya, ada laporannya dan sementara sedang kami tangani," paparnya.



(hsr/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads