Pengusaha Rental HP Dikeroyok 3 Pria Saat Tagih Uang Sewa iPhone di Torut

Pengusaha Rental HP Dikeroyok 3 Pria Saat Tagih Uang Sewa iPhone di Torut

Ricdwan Abbas Bandaso - detikSulsel
Selasa, 02 Jun 2026 19:05 WIB
Ilustrasi pengeroyokan sejoli usai nobar
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dok.Detikcom
Toraja Utara -

Seorang pengusaha rental handphone (HP) bernama Yakobus Tumba' Patontongan (24) di Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan (Sulsel), dikeroyok tiga pria keluarga penyewa saat menagih biaya sewa iPhone. Rekan korban inisial LT (34) yang ikut mendampingi menagih juga turut dianiaya.

Peristiwa itu terjadi Dusun Nonongan Selatan, Lembang Sopai, pada Senin (1/6) pukul 11.00 Wita. Akibat pengeroyokan itu korban mengalami patah tulang hidung.

"Ini teman mau bicarakan tagihan rental yang belum dibayarkan oleh penyewa. Mau dibicarakan bagus-bagus tapi tiba-tiba ada penyerangan, kami dikeroyok," ujar LT kepada detikSulsel, Selasa (2/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

LT menceritakan awalnya mereka berangkat untuk menagih biaya rental HP dan bertemu langsung penyewa, wanita inisial DP (19) di lokasi. Saat diminta uang sewa, DP mengatakan menunggu pamannya terlebih dahulu.

"Langsung ji kami ketemu tapi dia tidak langsung bayar. Dia bilang tunggu pamannya dulu," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Selang beberapa waktu, paman korban tiba dan menanyakan persoalan tersebut. Paman korban menanyakan bukti dan jumlah uang sewa, tetapi tiba-tiba melakukan pemukulan tanpa sebab.

"Spontan saja dia memukul padahal temanku baru sementara teleponan dengan karyawannya di kantor untuk dikirimkan catatan waktu dia rental HP," ujarnya.

LT mengaku dirinya dikeroyok oleh tiga orang keluarga penyewa secara membabi buta. Mereka adalah Papa Joy, Dedi dan Olan.

"Saya kan duduk di luar mendengar saat mereka bicarakan biaya dan waktu sewa HP. Tiba-tiba keluarga penyewa datang dan spontan pukul teman saya, patah hidungnya kasihan, miring ke kiri saya lihat dan berdarah. Saya yang cuma mengantar juga dipukuli dua orang," ujarnya.

Tidak terima dengan pengeroyokan tersebut, korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Toraja Utara di hari yang sama. LT berharap polisi segera mengamankan pelaku agar tidak melakukan hal yang sama.

"Belum ada tindak lanjut kepolisian padahal korban sudah terkapar di rumah sakit. Jadi kayaknya mereka sudah rencanakan itu. Kok tiba-tiba spontan 3 orang datang berkerumun langsung memukul tanpa bicara," jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono mengaku telah menerima laporan korban. Dia berjanji akan menindak tegas pelaku sesuai prosedur yang berlaku.

"Saya sudah terima informasinya. Kita akan menindak pelaku sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.



(ata/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads