Viral Komplotan Maling Durian di Parimo Diarak Keliling Desa

Sulawesi Tengah

Viral Komplotan Maling Durian di Parimo Diarak Keliling Desa

Rangga Musabar - detikSulsel
Senin, 01 Jun 2026 19:51 WIB
Viral komplotan maling durian diarak keliling desa di Parimo.
Foto: Viral komplotan maling durian diarak keliling desa di Parimo. (dok. Istimewa)
Parigi Moutong -

Viral di media sosial sejumlah pria di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), diarak keliling desa usai diduga terlibat pencurian durian montong. Komplotan maling itu berjalan kaki tanpa mengenakan baju dengan durian digantung di masing-masing leher terduga pelaku.

"Kami menduga mereka sudah beberapa kali melakukan pencurian durian di wilayah Desa Posona Atas," ujar Kasi Pemerintahan Desa Posona Atas, Moh Efendi kepada wartawan, Selasa (1/6/2026).

Kasus pencurian ini terjadi di Desa Posona Atas, Kecamatan Kasimbar, Parimo. Perkara ini bermula saat warga yang melaksanakan ronda malam melihat seorang pemuda melintas di jalan desa pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 22.30 Wita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga curiga melihat pemuda yang menggunakan motor itu membawa sejumlah durian montong. Pemuda dari Desa Sumbertani itu kemudian dihentikan dan dimintai keterangan oleh warga yang sedang berjaga.

"Warga curiga karena yang bersangkutan sudah beberapa kali terlihat membawa durian pada malam hari. Saat ditanya, dia mengaku sebagai pembeli durian," katanya.

Namun keterangan pemuda itu membuat warga semakin curiga. Setelah diinterogasi lebih lanjut, pemuda itu baru mengaku durian yang dibawanya diperoleh dari seorang pria bernama Isral.

Menurut Efendi, warga langsung mempertanyakan lantaran Isral diketahui tidak memiliki kebun durian di Desa Posona Atas. Pemuda itu diamankan lebih dulu sambil menunggu Isral dijemput warga.

"Warga kemudian mencari Isral. Dari pengakuan pemuda itu, Isral sudah lebih dulu menuju Desa Sumbertani," jelas Efendi.

Tak lama kemudian, Isral dibawa ke lokasi tempat pemuda tersebut diamankan. Aparat TNI bersama pemerintah desa lalu melakukan pemeriksaan terkait asal-usul durian yang dijual.

"Dari hasil pemeriksaan, Isral mengakui durian itu berasal dari kebun milik Pak Haji Kamik di Dusun IV Desa Posona Atas," ungkap Efendi.

Dalam pemeriksaan tersebut, Isral juga mengaku tidak beraksi seorang diri. Dia menyebut pencurian dilakukan bersama dua rekannya masing-masing bernama Aco dan Isran.

Kasus itu kemudian dikembangkan. Dari hasil pemeriksaan lanjutan, terungkap tiga nama lain yang diduga turut terlibat dalam kelompok pencurian durian tersebut, yakni Yuan, Wahyu dan Yosi.

"Ada beberapa nama lain yang disebutkan. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti untuk mengamankan mereka," katanya.

Setelah seluruh terduga pelaku diamankan, warga Desa Posona Atas meluapkan kekesalannya dengan mengarak pelaku keliling desa dan dikawal apparat TNI pada Minggu (31/5). Para terduga pelaku lalu diserahkan ke polisi.

"Setelah diarak oleh masyarakat, mereka langsung diserahkan ke Polsek Kasimbar untuk ditindaklanjuti," imbuh Efendi.

ADVERTISEMENT

Menurut Efendi, total ada delapan orang yang sempat diarak keliling desa. Namun dari hasil pemeriksaan, ada lima orang yang dinyatakan terbukti melakukan pencurian berdasarkan informasi dari kepolisian.

"5 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, tapi yang awalnya diarak itu jumlahnya 8 orang, beberapa orang hanya diajak atau bukan melalukan pencurian tapi bantu angkat," tambah Efendi.

Dalam video beredar di media, sejumlah pria yang diduga pencuri durian terlihat tidak mengenakan baju kaos dan cuma memakai celana. Komplotan maling itu terlihat berjalan kaki sambil membawa durian hasil curian dengan tubuh penuh lumpur.

Aksi komplotan pencuri itu menjadi tontonan masyarakat. Dari potongan video lainnya, sejumlah terduga pelaku tampak membawa durian yang digantung di leher. Mereka tampak dikawal oleh seorang prajurit TNI.

Di lokasi lain, komplotan maling itu terlihat berjalan jongkok dengan tubuh penuh lumpur. Dalam adegan video lainnya, para terduga pelaku berguling di sebuah sebuah semak-semak sambil diperhatikan anggota TNI.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads