2 Kelompok Pemuda di Sorong Bentrok, Kapolsek-Anak 10 Tahun Terluka

Papua Barat Daya

2 Kelompok Pemuda di Sorong Bentrok, Kapolsek-Anak 10 Tahun Terluka

Paulus Pulo - detikSulsel
Kamis, 28 Mei 2026 13:14 WIB
Dua kelompok pemuda terlibat saling serang menggunakan panah busur hingga bom molotov di Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Foto: Dua kelompok pemuda terlibat saling serang menggunakan panah busur hingga bom molotov di Kota Sorong. (dok. istimewa)
Sorong -

Dua kelompok pemuda terlibat saling serang menggunakan panah busur hingga bom molotov di Kota Sorong, Papua Barat Daya. Kapolsek Sorong Barat AKP Max Pigai dan seorang bocah berusia 10 tahun terluka akibat terkena batu dan busur panah.

"Bentrok antarkelompok menyebabkan enam orang terluka termasuk dua anggota polisi. Selain itu seorang anak berusia 10 tahun ikut terluka," ujar AKP Max Pigai kepada wartawan, Kamis (28/5/2026).

Bentrokan itu terjadi di Kawasan Rufei, Distrik Sorong Barat pada Rabu (27/5) sekitar pukul 22.30 WIT dan berlanjut hingga Kamis (28/5) pukul 02.00 WIT. Kelompok pemuda itu saling serang menggunakan batu, hingga bom Molotov.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aksi saling serang dengan menggunakan batu, kayu dan panah sagu, hingga bom molotov pun tak terhindarkan. Korban rata-rata alami luka akibat lemparan batu dan anak panah sagu," terangnya.

Max Pigai mengaku mengalami luka karena terkena lemparan batu saat melakukan pengamanan. Sementara bocah 10 tahun terkena anak panah saat berusaha menjauh dari lokasi bentrokan.

ADVERTISEMENT

"Saya juga mengalami luka memar pada bagian kaki. Sedangkan anak berusia 10 tahun alami luka terserempet anak panah sagu pada bagian leher saat melintas," bebernya.

Dia mengungkapkan bahwa jumlah personel Polsek yang datang ke lokasi kalah jumlah dari massa yang terlibat bentrok. Pihaknya kemudian memilih bertahan di depan gedung Gereja Ebenheiser sambil menunggu bantuan.

"Tak berselang lama, aparat kepolisian dari Polresta Sorong Kota dipimpin Kabag Ops, Kompol Muhammad Andi Nurul Yaqin tiba di lokasi dan langsung menerobos barikade warga untuk meredam situasi," katanya.

Saat ini, situasi sudah terkendali dan dua kelompok pemuda yang terlibat bentrok sudah kembali ke rumah masing-masing. Polisi akan melakukan mediasi agar aksi saling serang tidak terjadi lagi.



(hsr/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads