Anggota Organisasi Papua Merdeka (OMP) membakar gedung SMP Negeri Koasrama di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Pembakaran gedung sekolah itu dilakukan anggota OPM setelah membantai 10 orang pendulang emas di wilayah Korowai.
"Iya benar OPM membakar sekolah setelah membunuh 10 pendulang emas. Kita sedang melakukan pendalaman," ujar Kasi Penerangan Koops TNI Habema Kapten Sus Dewa Puspanegara saat dihubungi detikcom, Kamis (21/5/2026).
Gedung SMP Negeri Koasrama di Distrik Dekai, Yahukimo dibakar oleh anggota OPM pada Rabu (20/5) sekitar pukul 22.00 WIT. Fasilitas pendidikan itu dibakar anggota OPM yang dipimpin oleh Kopitua Heluka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembakaran dilakukan oleh OPM Kodap XVI Yahukimo, pimpinan Mayor Kopitua Heluka," katanya.
Pembakaran gedung SMP itu juga disampaikan Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM, Sebby Sambom. Dia mengklaim pembakaran sekolah itu bersamaan dengan operasi pembantai pendulang emas.
"Pembakaran tersebut kami lakukan saat operasi berlangsung," kata Sebby dalam keterangannya.
Dia menegaskan aksi itu sebagai bentuk penolakan terhadap pembangunan sekolah oleh pemerintah di wilayah Yahukimo. Selain sekolah, mereka juga menolak pembangunan infrastruktur jalan.
"Kami juga menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto dan jajarannya bahwa dengan tegas kami tolak seluruh pembangunan infrastruktur berupa sekolah, pembangunan jalan, rumah, jembatan dan seluruh bangunan," bebernya.
OPM Bantai 10 Pendulang Emas
Diketahui, sebanyak 10 orang pendulang emas di wilayah Korowai, Yahukimo, tewas dibunuh oleh anggota OPM yang dipimpin oleh Dejang Heluka bersama Kopitua Heluka pada Rabu (20/5). Para korban dibacok bertubi-tubi menggunakan parang.
"Jadi mereka (OPM) itu melakukan penyergapan," ujar Kapten Sus Dewa saat dihubungi detikcom, Kamis (21/5).
Lima dari 10 orang korban telah teridentifikasi melalui kartu tanda penduduk (KTP). Sementara identitas korban lainnya masih dalam proses pendataan.
"Baru lima yang teridentifikasi melalui KTP," ujar Kapten Sus Dewa.
Empat korban yang telah teridentifikasi diketahui berasal dari Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, yakni Alfrey Bagimu, Jans Garias Sasela, Jimmy Deivi Mawali, dan Yulianus Wamoi. Sementara satu korban lainnya, Biu Ne Palia, berasal dari Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
"Kelimanya Alfrey Bagimu, Biu Ne Palia, Jans Garias Sasela, Jimmy Deivi Mawali, dan Yulianus Wamoi," bebernya.
(hsr/sar)











































