Perang Suku di Wamena Papua, 2 Orang Tewas dan 19 Luka

Papua Pegunungan

Perang Suku di Wamena Papua, 2 Orang Tewas dan 19 Luka

Paulus Pulo - detikSulsel
Sabtu, 16 Mei 2026 09:39 WIB
Dua orang dilaporkan tewas akibat perang antarsuku yang dipicu denda adat kasus kecelakaan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Foto: Polisi mengevakuasi korban tewas akibat perang antarsuku di Wamena, Jayawijaya. (dok. istimewa)
Jayawijaya -

Dua orang dilaporkan tewas akibat perang antarsuku yang dipicu denda adat kasus kecelakaan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Selain korban jiwa, 19 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

"Perang suku terjadi antara suku Hubla (Kurima) dan suku Lanny (Tiom) menyebabkan dua orang meninggal dunia, sementara 19 orang mengalami luka-luka," ujar Kasi Humas Polres Jayawijaya, Efendi Al Husaini kepada detikcom, Sabtu (16/5/2026).

Efendi mengatakan perang antara suku Hubla dan suku Lanny terjadi di beberapa lokasi yaitu sekitaran Jalan Diponegoro Wamena dan Pasar Wouma. Dari perang suku tersebut, mengakibatkan adanya korban jiwa dan korban luka berat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terjadi juga pembakaran beberapa rumah dan honai yang merupakan daerah pemukiman masyarakat setempat, berada di sekitar area perang suku Kali Uwe Wouma. Namun, dikarenakan perkembangan situasi dan kondisi sehingga kerugian materiil belum dapat didata," bebernya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Efendi mengatakan perang suku juga terjadi antara Suku Dani (Wamena) dan Suku Lanny yang berada di daerah Muai, Distrik Hubikiak. Perang suku ini mengakibatkan adanya korban dengan luka ringan.

"Dikonfirmasi bahwa dampak dari perang suku yang terjadi di beberapa lokasi, mengakibatkan 21 korban, di antaranya 2 korban meninggal dunia, 4 korban dengan luka berat dan 15 korban dengan luka ringan," ungkapnya.

"Terjadi juga pengungsian di Mako Polres Jayawijaya, dengan jumlah pengungsi terdata sebanyak 472 pengungsi," lanjutnya.

Dia menambahkan bahwa personel Polres Jayawijaya dan Brimob Kompi 4 Batalion Wamena langsung dikerahkan ke lokasi melakukan upaya pencegahan, pengamanan dan monitoring terjadinya konflik horizontal tersebut.

Diketahui, perang antara suku Lanny dan suku Kurima itu terjadi di Distrik Woma, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (14/5). Kedua kelompok saling serang menggunakan senjata tajam dan panah.

"Konflik berawal dari pertikaian lama yang kembali memanas akibat persoalan denda adat pasca peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menewaskan anggota DPR dari Lanny Jaya pada tahun 2024," kata Kapolda Papua, Irjen Patrige R Renwarin dalam keterangannya, Jumat (15/5).




(hsr/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads