OPM Papua Paksa Warga Tanam Ganja di Halaman Rumah, Sasar Generasi Muda

Papua Pegunungan

OPM Papua Paksa Warga Tanam Ganja di Halaman Rumah, Sasar Generasi Muda

Paulus Pulo - detikSulsel
Jumat, 15 Mei 2026 14:30 WIB
TNI menggerebek dua ladang ganja di Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. TNI mengamankan 216 pohon ganja dan dua tersangka.
Foto: TNI saat menggerebek dua ladang ganja di Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. (dok. istimewa)
Pegunungan Bintang -

TNI mengungkap fakta di balik temuan 2.000 pohon ganja yang diamankan di sejumlah kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan. Ribuan ganja itu ternyata kebanyakan ditanam oleh warga setelah dipaksa dan diintimidasi oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

"Selain dipaksa oleh TPNPB-OPM untuk menanam ganja hingga ke pekarangan rumah sendiri, ternyata masyarakat juga dijadikan sasaran peredaran barang haram tersebut, yang sengaja diperjualbelikan kepada anak-anak muda Papua," kata Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

Lucky mengatakan ladang ganja itu ditanam di berbagai daerah pelosok di Papua. Pihaknya bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang dan Kaskogab Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto telah mengunjungi salah satu lokasi temuan ladang ganja di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kehadiran kami di sana adalah untuk memberikan sosialisasi dan edukasi bahaya narkoba, sekaligus menyebarkan foto DPO Tokoh TPNPB-OPM yang menjadi otak di balik maraknya budidaya ganja di tanah Papua," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, TNI merangkul para orang tua dan mama-mama Papua, sekaligus membekali anak-anak dengan pemahaman tentang bahaya narkoba sejak dini. Dia menegaskan langkah ini bagian dari misi kemanusiaan.

ADVERTISEMENT

"Edukasi ini kami kemas secara humanis melalui berbagai permainan seru dan pembagian cenderamata menarik, mulai dari tas sekolah, buku tulis, hingga ragam camilan sehat yang membawa keceriaan bagi anak-anak," papar Lucky.

Langkah taktis ini juga menjadi komitmen mengawal Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan sekaligus menyerukan perang total terhadap peredaran narkotika. Satgas TNI menegaskan mengambil tindakan cepat dan tegas dengan tetap menjunjung tinggi hukum dan HAM.

"Perang ini menjadi kian mendesak setelah juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, secara terang-terangan menyatakan melegalkan anggotanya membudidayakan ganja," papar Lucky.

Seruan destruktif tersebut tidak hanya mengangkangi norma, adat, budaya, dan religi orang Papua, tetapi juga secara nyata menghambat roda pertumbuhan sosial-ekonomi di ufuk timur Indonesia. Lucky melanjutkan, narkoba adalah paradoks dari pembangunan dan kesejahteraan Papua.

"Ini bukan lagi sekadar urusan penegakan hukum biasa, melainkan ancaman serius terhadap ketahanan nasional. Oleh karena itu, gerakan ini harus menjadi 'Perang Badar' semesta yang melibatkan segenap elemen dan eksponen bangsa di Bumi Cenderawasih," jelasnya.

Diketahui, TNI telah mengamankan sekitar 2.000 pohon ganja di sejumlah kabupaten di Provinsi Papua. Operasi ini sebagai bentuk mencegah peredaran narkoba di wilayah Papua.

"(Temuan pohon ganja) Sepanjang 2026 di sejumlah kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan, di antaranya Distrik Oksbil dan Esipding, Kabupaten Pegunungan Bintang," kata Lucky.

Lucky turut mengapresiasi prajuritnya dengan memberikan penghargaan atas keberhasilan mengamankan ladang ganja. Dia menegaskan, temuan ribuan pohon ganja tersebut turut menyelamatkan generasi muda.

"Penemuan hampir 2.000 batang pohon ganja ini adalah bukti nyata kecintaan TNI kepada Tanah Papua. Dedikasi luar biasa Satgas TNI tidak hanya menjalankan tugas negara, tetapi juga telah menyelamatkan masa depan ribuan generasi muda Papua," jelasnya.



(sar/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads