Keluarga Bocah Tewas Ditabrak Moge di Torut Harap Pelaku Dihukum Setimpal

Keluarga Bocah Tewas Ditabrak Moge di Torut Harap Pelaku Dihukum Setimpal

Ricdwan Abbas - detikSulsel
Kamis, 07 Mei 2026 21:03 WIB
Suasana duka masih menyelimuti keluarga bocah berinisial J (10) yang tewas tertabrak motor gede di Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Foto: Suasana duka masih menyelimuti keluarga bocah berinisial J (10) yang tewas tertabrak motor gede di Toraja Utara. (Ricdwan Abbas/detikSulsel)
Toraja Utara -

Suasana duka masih menyelimuti keluarga bocah berinisial J (10) yang tewas tertabrak motor gede (moge) di Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan (Sulsel). Keluarga berharap pengemudi moge inisial RR (42) mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya.

"Kami pihak keluarga sangat berduka dengan kepergian anak kami, cucu kami. Kami menginginkan hukum ditegakkan secara adil," ujar Kakek korban, Agustinus Parinding kepada detikSulsel di rumah duka, Kamis (7/5/2026).

Dia mengatakan pihak keluarga sudah menerima peristiwa yang menimpa J. Pihak keluarga juga sudah memaafkan pelaku, namun proses hukum terhadap pelaku harus tetap berjalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meski begitu, kami harus bicara dari hati ke hati, sambil hukum itu tetap berjalan. Jadi pada prinsipnya, kami mau keluarga itu mendapatkan keadilan, tentunya keadilan pada dua pihak, karena bukan keadilan namanya kalau sepihak saja, hanya kemauan dari kami keluarga yang jadi, tapi bagaimana adilnya untuk orang lain," katanya.

Agustinus menilai aparat kepolisian telah menjalankan tugasnya dengan baik terkait kasus kecelakaan cucunya. Pihak keluarga pun menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya ke aparat penegak hukum (APH).

ADVERTISEMENT

"Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, dalam hal ini kepolisian yang sudah bekerja sangat baik, betul-betul menjalankan dengan sangat kooperatif, menjalankan sesuai dengan apa yang kami pahami. Dan sampai beberapa hari yang lalu itu sudah ditetapkan sebagai tersangka," katanya.

Dia juga meminta masyarakat tidak lagi menyebar postingan yang memuat hal sensitif seperti foto korban dan dokumentasi pascainsiden yang merenggut nyawa cucunya. Sebab konten atau postingan itu membuat pihak keluarga kembali teringat dengan korban.

"Bukan saya mau menutupi tentang keadaan kami tapi harus ada batasan-batasan. Bukan kami mau menutupi keadaan yang serba kekurangan, tetapi jangan semua juga diekspos dalam bentuk visual ya, itu permintaan saya," harapnya.

Pengemudi Moge Freestyle Lepas Setir

Kecelakaan maut itu terjadi di Lingkungan Sendana Buntu Pare, Kelurahan Nanggala Sangpiak Salu, Kecamatan Nanggala, Kamis (30/4) sekitar pukul 17.00 Wita. Saat itu, RR berkendara bersama rombongannya dari klub Hogers Indonesia.

Korban sendiri berdiri di pinggir jalan menyaksikan iring-iringan moge yang melintas di sekitar lokasi. Warga setempat melihat pengemudi moge freestyle dengan posisi tangan lepas setir.

"Menurut keterangan warga setempat, (moge) sedang dalam kecepatan tinggi kemudian lepas dari setir," ujar Kasat Lantas Polres Toraja Utara Iptu Muhammad Nasrum Sujana dalam keterangannya, Jumat (1/5).

Salah satu pengemudi moge yang sedang melakukan freestyle lepas setir motor tiba-tiba oleng. Moge yang dikendarai pelaku terjatuh dan akhirnya menabrak korban.

"(Selanjutnya moge) hilang kendali kemudian pengendara terjatuh dan motor terus berjalan dan menabrak korban yang sedang berdiri melihat iringan moge," imbuh Nasrum.

Korban yang tertabrak awalnya dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis. Namun belakangan korban dirujuk ke RS Elim Rantepao sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.

"Dibawa ke Puskesmas Nanggala untuk penanganan medis awal namun karena keterbatasan peralatan korban kemudian dirujuk ke RS Elim Rantepao dan sekira pukul 18.00 Wita korban meninggal," ungkap Nasrum.



(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads